IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Struktur Pasar dan Permintaan Fillet Tuna Beku serta Tuna Olahan Indonesia di Negara Tujuan Utama

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (949.6Kb)
      Fulltext (1.735Mb)
      Lampiran (540.1Kb)
      Date
      2026
      Jenis/Type
      Tesis
      Subtype
      Theses
      Author
      Ichsan, Khoirul
      Rosiana, Nia
      Nurmalina, Rita
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Indonesia merupakan salah satu produsen tuna terbesar di dunia dengan potensi sumber daya perikanan yang besar serta kontribusi penting terhadap perdagangan internasional produk perikanan. Produk tuna Indonesia yang memiliki nilai ekspor tinggi antara lain fillet tuna beku dan tuna olahan. Permintaan global terhadap kedua komoditas tersebut terus meningkat, terutama di pasar Amerika Serikat dan Jepang sebagai negara importir terbesar di dunia. Meskipun demikian, pertumbuhan ekspor Indonesia masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan permintaan impor di kedua negara tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia menghadapi tingkat persaingan yang tinggi dengan negara eksportir lainnya, baik pada komoditas fillet tuna beku maupun tuna olahan. Perbedaan karakteristik pasar dan tingkat persaingan antar komoditas menunjukkan pentingnya analisis struktur pasar dan pola persaingan perdagangan guna merumuskan strategi peningkatan pangsa pasar ekspor tuna Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur pasar fillet tuna beku dan tuna olahan Indonesia di negara tujuan utama ekspor serta menganalisis permintaan dan persaingan Indonesia dengan negara eksportir lainnya di pasar Amerika Serikat dan Jepang. Penelitian menggunakan data sekunder periode 2012–2025 untuk komoditas fillet tuna beku dengan kode HS 030487 dan tuna olahan dengan kode HS 160414. Analisis struktur pasar dilakukan menggunakan pendekatan Herfindahl Hirschman Index (HHI) dan Concentration Ratio (CR) untuk mengukur tingkat konsentrasi pasar dan dominasi eksportir utama dengan menggunakan data tahunan. Analisis permintaan dan persaingan dilakukan menggunakan pendekatan Almost Ideal Demand System (AIDS) untuk mengestimasi elastisitas harga sendiri, elastisitas harga silang, dan elastisitas pengeluaran yang menggunakan data dengan periode bulanan. Pengolahan data dilakukan menggunakan Microsoft Excel dan Stata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar fillet tuna beku dan tuna olahan di pasar Amerika Serikat cenderung berbentuk oligopoli ketat dengan tingkat konsentrasi pasar yang tinggi. Pada komoditas fillet tuna beku, persaingan terutama terjadi antara Indonesia dan Vietnam sebagai eksportir utama. Indonesia memiliki pangsa pasar terbesar sehingga menunjukkan posisi yang relatif kuat dalam perdagangan fillet tuna beku di pasar Amerika Serikat. Di pasar Jepang, struktur pasar fillet tuna beku menunjukkan karakteristik yang lebih kompetitif dan cenderung mengarah pada pasar persaingan monopolistik dengan tingkat konsentrasi sedang. Pangsa pasar Jepang tersebar pada beberapa negara eksportir utama seperti Korea Selatan, Tiongkok, Spanyol, dan Indonesia. Struktur pasar tuna olahan di Amerika Serikat juga bersifat oligopoli ketat dengan dominasi kuat Thailand sebagai eksportir utama, diikuti oleh Ekuador, Vietnam, Fiji, dan Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa persaingan tuna olahan di pasar Amerika Serikat lebih terkonsentrasi dibandingkan fillet tuna beku. Struktur pasar tuna olahan di Jepang menunjukkan konsentrasi pasar yang tinggi dan cenderung oligopoli ketat yang mengarah pada monopoli. Thailand menjadi negara yang paling dominan dalam perdagangan tuna olahan di Jepang, sedangkan Indonesia dan Filipina menjadi pesaing utama lainnya. Hasil estimasi model AIDS menunjukkan bahwa fillet tuna beku Indonesia di pasar Amerika Serikat dan Jepang bersifat inelastis terhadap harga serta tergolong barang normal. Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan harga relatif tidak terlalu memengaruhi permintaan fillet tuna beku Indonesia. Pada pasar Amerika Serikat, Indonesia bersaing terutama dengan Vietnam, Thailand, dan Kanada, sedangkan di pasar Jepang Indonesia bersaing dengan Korea Selatan, Tiongkok, dan Spanyol. Temuan ini menunjukkan bahwa persaingan pada fillet tuna beku lebih dipengaruhi oleh kualitas produk, kontinuitas pasokan, dan efisiensi rantai pasok dibandingkan strategi harga. Berbeda dengan fillet tuna beku, tuna olahan Indonesia di pasar Amerika Serikat dan Jepang bersifat elastis terhadap harga meskipun tetap tergolong barang normal. Kenaikan harga tuna olahan Indonesia cenderung direspons secara signifikan oleh pasar melalui penurunan permintaan. Di pasar Amerika Serikat, Indonesia bersaing dengan Ekuador, Vietnam, dan Fiji, sedangkan hubungan dengan Thailand bersifat komplementer. Di pasar Jepang, Indonesia bersaing kuat dengan Filipina, sementara hubungan dengan Thailand juga menunjukkan sifat komplementer. Temuan ini menjadi salah satu hasil penting penelitian karena menunjukkan bahwa hubungan perdagangan tuna olahan antarnegara di kawasan ASEAN tidak hanya bersifat kompetitif, tetapi juga saling mendukung melalui keterkaitan rantai industri pengolahan tuna. Implikasi kebijakan penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan ekspor tuna Indonesia perlu disesuaikan dengan karakteristik komoditas dan pasar tujuan. Pengembangan ekspor fillet tuna beku diarahkan pada peningkatan kualitas, keamanan pangan, ketelusuran, sertifikasi keberlanjutan, dan kontinuitas pasokan karena permintaannya relatif tidak sensitif terhadap perubahan harga. Sebaliknya, pengembangan tuna olahan perlu difokuskan pada peningkatan efisiensi industri, modernisasi pengolahan, inovasi produk, dan diversifikasi produk bernilai tambah agar mampu bersaing secara harga. Pemerintah juga perlu memperkuat infrastruktur rantai dingin, sistem intelijen pasar, diplomasi perdagangan, serta pemenuhan standar dan sertifikasi internasional untuk meningkatkan akses pasar dan daya saing ekspor. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, nelayan, industri pengolahan, dan lembaga pendukung menjadi faktor penting dalam mewujudkan pengembangan ekspor tuna Indonesia yang berdaya saing dan berkelanjutan di pasar internasional.
       
      Indonesia is one of the world's largest tuna producers, possessing abundant fishery resources and making a significant contribution to international seafood trade. Among its major export products are frozen tuna fillets (HS 030487) and processed tuna (HS 160414), both of which have experienced growing global demand, particularly in the United States and Japan, the world's leading tuna importers. However, Indonesia's export growth has lagged behind the increasing import demand in these markets, indicating intense competition with other exporting countries. The differing market characteristics and competitive conditions across these products highlight the importance of analyzing market structure, demand, and export competition to formulate strategies for strengthening Indonesia's position in the global tuna market. This study aims to analyze the market structure of Indonesian frozen tuna fillets and processed tuna in their major export destinations and to examine Indonesia's demand and competition with other exporting countries in the United States and Japan. The study employs secondary data covering the period 2012–2025. Market structure is analyzed using the Herfindahl–Hirschman Index (HHI) and Concentration Ratio (CR), while demand and competition are examined using the Almost Ideal Demand System (AIDS) model to estimate own-price, cross-price, and expenditure elasticities. Annual data are used for market structure analysis, whereas monthly data are employed for the AIDS estimation. Data processing is conducted using Microsoft Excel and Stata. The results indicate that the markets for frozen tuna fillets and processed tuna in the United States are characterized by a highly concentrated tight oligopoly. Competition in the frozen tuna fillet market mainly occurs between Indonesia and Vietnam, with Indonesia maintaining the largest market share and a relatively strong competitive position. In contrast, the Japanese frozen tuna fillet market is more competitive, exhibiting moderate concentration and characteristics closer to monopolistic competition, with market shares distributed among South Korea, China, Spain, and Indonesia. The processed tuna market in the United States also exhibits a tight oligopoly, dominated by Thailand, followed by Ecuador, Vietnam, Fiji, and Indonesia, indicating a higher level of market concentration than that of frozen tuna fillets. Similarly, the processed tuna market in Japan is highly concentrated and tends toward a tight oligopoly approaching monopoly, with Thailand as the dominant exporter, while Indonesia and the Philippines serve as its primary competitors. The AIDS estimation results show that Indonesian frozen tuna fillets are price inelastic and classified as normal goods in both the United States and Japan, implying that demand is relatively insensitive to price changes. Indonesia primarily competes with Vietnam, Thailand, and Canada in the United States, and with South Korea, China, and Spain in Japan. These findings suggest that competition in frozen tuna fillets is driven more by product quality, supply continuity, and supply chain efficiency than by price competition. In contrast, Indonesian processed tuna is price elastic in both markets, although it remains a normal good. Consequently, price increases lead to significant reductions in demand. In the United States, Indonesia competes mainly with Ecuador, Vietnam, and Fiji, while its relationship with Thailand is complementary. A similar complementary relationship with Thailand is observed in Japan, whereas Indonesia competes strongly with the Philippines. These findings indicate that trade in processed tuna among ASEAN countries is shaped not only by competition but also by industrial linkages and complementary relationships within the regional tuna processing value chain. The policy implications suggest that Indonesia's tuna export strategy should be tailored to the characteristics of each product and destination market. For frozen tuna fillets, efforts should prioritize product quality, food safety, traceability, sustainability certification, and supply continuity, given the product's low price sensitivity. In contrast, the development of processed tuna exports should focus on improving industrial efficiency, modernizing processing facilities, fostering product innovation, and expanding value-added product diversification to enhance price competitiveness. In addition, the government should strengthen cold chain infrastructure, market intelligence systems, trade diplomacy, and compliance with international standards and certifications to improve market access and export competitiveness. Strong collaboration among the government, fisheries, processors, exporters, and supporting institutions is essential to achieving a competitive and sustainable Indonesian tuna export sector.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178171
      Collections
      • MF - Economic and Management [3351]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository