STRATEGI PRODUCTION MANAGER DALAM MANAJEMEN PRODUKSI KONTEN VIDEO KAMPANYE DIGITAL HARI BUMI BLP
Abstract
Kampanye digital berbasis video menjadi strategi utama brand kecantikan dalam membangun citra dan kedekatan emosional dengan konsumen, namun tidak semua produksi kampanye memiliki manajemen produksi yang terstruktur, sehingga berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian konsep, keterlambatan jadwal, hingga kurang optimalnya penyampaian pesan brand. Production Manager berperan penting dalam memastikan kelancaran produksi melalui perancangan alur kerja, koordinasi tim, serta pengawasan pelaksanaan. Proyek ini bertujuan menjelaskan manajemen produksi konten video kampanye digital BLP Hari Bumi pada tahap pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi, serta menjelaskan strategi Production Manager dalam pengelolaan alur kerja dan koordinasi tim.
Proyek dilaksanakan selama tiga bulan, Februari hingga Mei 2026, melalui kerja sama dengan BLP Beauty, melibatkan tim produksi lima orang dan dua talent. Prosedur kerja mencakup observasi, pembentukan tim, koordinasi konsep, penyusunan timeline dan anggaran, persiapan teknis, shooting, kontrol kualitas, evaluasi, revisi, hingga publikasi. Seluruh tahapan dianalisis menggunakan fungsi manajemen planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC) yang diintegrasikan dengan model komunikasi Attention, Interest, Desire, Action (AIDA).
Hasil menunjukkan bahwa manajemen produksi dilaksanakan melalui tiga tahapan yang saling berkaitan. Tahap pra-produksi menjadi fondasi melalui observasi kebutuhan brand, pengembangan konsep storytelling bertema "Earth Day with BLP", serta penyusunan dokumen manajemen. Tahap produksi menguji kemampuan karena diharuskan menghadapi tiga kendala teknis di lapangan, namun seluruh adegan tetap berhasil direkam sesuai jadwal. Tahap pasca-produksi mengatasi perbedaan kualitas visual antar perangkat melalui color grading manual serta siklus evaluasi dan revisi.
Strategi Production Manager terwujud melalui penerapan keempat fungsi POAC yang terintegrasi dengan kerangka AIDA. Fungsi planning diarahkan untuk memenuhi tahapan AIDA sebagai tujuan komunikasi brand. Fungsi organizing diwujudkan melalui pembentukan struktur tim dan formalisasi kerja sama melalui Memorandum of Understanding. Fungsi actuating tercermin dari pengambilan keputusan adaptif menghadapi kendala teknis. Fungsi controlling dilaksanakan melalui pemantauan kualitas berkelanjutan serta evaluasi yang menggunakan AIDA sebagai tolok ukur komunikasi. Keempat fungsi diterapkan secara dinamis, menjadikan Production Manager sebagai aktor strategis yang mengintegrasikan dimensi manajerial, teknis, dan komunikatif dalam proses produksi.

