PENGARUH IKLIM MIKRO TERHADAP PERKEMBANGAN PENYAKIT CACAR DAUN TEH (Exobasidium vexans) DI KEBUN TEH CIATER SUBANG
Abstract
Penyakit cacar daun teh (Exobasidium vexans) merupakan salah satu penyakit utama yang menurunkan produktivitas dan kualitas pucuk teh. Laporan akhir ini bertujuan menganalisis pengaruh kondisi Iklim Mikro terhadap perkembangan penyakit cacar daun teh yang disebabkan oleh blister blight di Kebun Teh Ciater, Subang. Pengamatan dilakukan pada Agustus hingga Desember 2025 dengan mengumpulkan data perkembangan penyakit serta parameter Iklim Mikro, meliputi suhu udara, kelembapan udara, curah hujan, dan lama penyinaran matahari. Data dianalisis menggunakan metode statistik untuk mengetahui hubungan antara faktor iklim mikro dan perkembangan penyakit. Hasil laporan akhir menunjukkan bahwa kondisi iklim mikro berpengaruh terhadap tingkat perkembangan penyakit cacar daun teh. Kelembapan udara yang tinggi (>80%) serta curah hujan yang meningkat cenderung mendukung perkembangan penyakit, sedangkan suhu dan lama penyinaran matahari memberikan pengaruh yang bervariasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pemantauan kondisi iklim mikro dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengendalian penyakit secara lebih efektif dan efisien. Tea blister blight, caused by Exobasidium vexans, is one of the major diseases
that reduces both the productivity and quality of tea shoots. This final report aimed
to analyze the influence of microclimatic conditions on the development of tea
blister blight in the Ciater Tea Plantation, Subang. Observations were conducted
from August to December 2025 by collecting data on disease development and
microclimate parameters, including air temperature, relative humidity, rainfall, and
sunshine duration. The data were analyzed using statistical methods to determine
the relationship between microclimatic factors and disease development. The
results showed that microclimatic conditions significantly influenced the
development of tea blister blight. High relative humidity (>80%) and increased
rainfall tended to promote disease development, whereas air temperature and
sunshine duration exhibited variable effects. These findings indicate that
monitoring microclimatic conditions can provide a scientific basis for developing
more effective and efficient disease management strategies.

