| dc.description.abstract | Restrukturisasi BIG pada tahun 2023 mendorong penataan sumber daya manusia agar selaras dengan arah strategis organisasi, yang kemudian diikuti oleh pelaksanaan internal mobility pegawai secara masif. Tantangan utama yang dihadapi BIG pasca restrukturisasi adalah masih terdapat potensi terjadinya mismatch antara kompetensi dan jabatan yang diembannya. Ketidaksesuaian tersebut mengindikasikan bahwa proses internal mobility belum sepenuhnya berjalan berbasis kompetensi, yang berimplikasi pada hasil kerja pegawai.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi pegawai BIG terhadap praktik restrukturisasi, internal mobility, kompetensi, dan kinerja pegawai dan menganalisis pengaruh restrukturisasi dan internal mobility terhadap kinerja pegawai dengan kompetensi sebagai variabel mediasi, serta merumuskan strategi prioritas peningkatan kinerja pegawai pascarestrukturisasi dan internal mobility di BIG. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modelling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antarvariabel, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk merumuskan strategi prioritas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pegawai BIG terhadap pelaksanaan restrukturisasi, internal mobility, kompetensi, dan kinerja berada pada kategori positif. Restrukturisasi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap internal mobility, serta kompetensi berpengaruh positif dan paling dominan terhadap kinerja pegawai. Restrukturisasi dan internal mobility tidak terbukti berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja pegawai, namun keduanya berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai secara tidak langsung melalui kompetensi. Temuan ini menegaskan bahwa perubahan struktur organisasi dan penempatan ulang pegawai belum secara otomatis meningkatkan kinerja apabila tidak diikuti dengan penguatan kompetensi yang sesuai kebutuhan jabatan baru. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penguatan budaya kerja kolaboratif lintas unit menjadi strategi utama yang diprioritaskan diikuti oleh program reskilling dan upskilling berbasis Corporate University, penguatan coaching dan mentoring oleh pimpinan unit kerja, serta pengembangan sistem manajemen talenta berbasis kompetensi.
Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan bagi BIG untuk mengoptimalkan penerapan Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) secara konsisten dalam proses internal mobility, merancang program adaptasi terstruktur pascapenempatan, serta membangun mekanisme kolaborasi lintas unit yang terlembaga. Rekomendasi ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengembangan SDM berbasis kompetensi di BIG sebagai bagian dari penerapan sistem merit dan reformasi birokrasi nasional. | |