Prospek Penggunaan Drone untuk Mengamati Respons Kuntul Besar (Ardea alba) pada Musim Berbiak di Suaka Margasatwa Pulau Rambut, DKI Jakarta.
Date
2026Jenis/Type
TesisSubtype
ThesesAuthor
Sudarsono, Sekar Wilis
Mardiastuti, Ani
Mulyani, Yeni Aryati
Metadata
Show full item recordAbstract
Suaka Margasatwa Pulau Rambut merupakan salah satu habitat penting bagi burung air di Indonesia dan menjadi lokasi berkembang biak berbagai spesies, termasuk kuntul besar (Ardea alba). Pengamatan reproduksi kuntul besar seringkali terkendala oleh letak sarang yang berada pada tajuk pohon yang sulit dijangkau. Penggunaan drone menawarkan metode yang lebih efisien dan minim gangguan. Informasi mengenai respons kuntul besar terhadap drone dan efektivitas penggunaannya masih terbatas di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons perilaku kuntul besar terhadap drone, mendokumentasikan parameter reproduksi yang dapat diamati menggunakan drone, mengestimasi populasi selama musim berbiak, serta mengidentifikasi karakteristik pohon sarang, sarang, dan telur.
Penelitian dilaksanakan pada Februari-Maret 2026 di Suaka Margasatwa Pulau Rambut, DKI Jakarta. Pengumpulan data dilakukan menggunakan drone Potensic Atom LT dan groundcheck. Parameter yang diamati meliputi fase reproduksi, respons perilaku induk dan anakan terhadap drone, jarak toleransi burung terhadap drone, populasi, karakteristik pohon sarang, asosiasi bersarang, serta karakteristik sarang dan telur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa drone mampu mendokumentasikan seluruh tahapan reproduksi kuntul besar mulai dari pembuatan sarang, peneluran, inkubasi, fase hatchling, nestling, hingga fledgling. Durasi reproduksi keseluruhan berkisar antara 54-84 hari. Fase inkubasi berlangsung rata-rata 22,8±1,8 hari, sedangkan fase nestling berlangsung rata-rata 21,4±1,9 hari.
Respons perilaku induk dan anakan terhadap drone didominasi oleh kategori tidak ada respons dan respons netral. Fase pembuatan sarang dan inkubasi merupakan fase yang menunjukkan sensitivitas tertinggi terhadap keberadaan drone. Nilai rata-rata Detection Distance, Alert Distance, dan Flight Initiation Distance masing-masing sebesar 13,1±2,2 m, 7,4±1,7 m, dan 5,5±0,7 m. Respons terbang hanya terjadi pada 2,6% pengamatan, menunjukkan bahwa sebagian besar individu tetap berada di sarang selama pengoperasian drone. Gangguan yang memicu respons terbang terutama disebabkan oleh perubahan kecepatan drone secara mendadak dan pendekatan yang terlalu dekat ke sarang.
Sebanyak 54 sarang kuntul besar ditemukan selama penelitian, dengan estimasi jumlah pasangan berbiak 108 individu. Kuntul besar memusatkan aktivitas bersarang di bagian timur pulau dengan pohon Rhizophora mucronata sebagai jenis pohon yang paling banyak digunakan sebagai lokasi bersarang. Sarang ditempatkan pada bagian kanopi pohon dengan ketinggian sekitar 88% dari tinggi total pohon. Kuntul besar juga menunjukkan asosiasi bersarang dengan beberapa spesies burung air lain, terutama cangak merah. Hasil penelitian menyatakan bahwa drone memiliki potensi untuk digunakan dalam pemantauan kuntul besar dengan tingkat gangguan yang relatif rendah, meskipun diperlukan penelitian lanjutan.
Collections
- MF - Forestry [1611]

