| dc.contributor.advisor | Priatna, Wahyu Budi | |
| dc.contributor.author | PUTRI, NAFISA KAILA | |
| dc.date.accessioned | 2026-08-10T07:54:59Z | |
| dc.date.available | 2026-08-10T07:54:59Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/178009 | |
| dc.description.abstract | Tingginya intensitas penggunaan Instagram pada Generasi Z dapat memperluas paparan terhadap aktivitas sosial pengguna lain dan memicu Fear of Missing Out (FoMO). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intensitas penggunaan Instagram terhadap FoMO pada Generasi Z di Jakarta Selatan. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan survei eksplanatori terhadap 204 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring berskala Likert dan dianalisis melalui statistik deskriptif, korelasi Pearson, serta regresi linear sederhana dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan Instagram dan FoMO berada pada kategori tinggi. Intensitas penggunaan Instagram berpengaruh positif dan signifikan terhadap FoMO dengan nilai signifikansi <0,001 dan koefisien determinasi sebesar 0,388, yang berarti 38,8% variasi FoMO dapat dijelaskan oleh intensitas penggunaan Instagram, sedangkan 61,2% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kontrol diri dan literasi digital untuk mendorong penggunaan Instagram yang lebih terkendali pada Generasi Z. | |
| dc.description.abstract | High Instagram use intensity among Generation Z can increase exposure to other users’ social activities and trigger Fear of Missing Out (FoMO). This study aimed to analyze the effect of Instagram use intensity on FoMO among Generation Z in South Jakarta. The study employed a quantitative approach using an explanatory survey involving 204 respondents selected through purposive sampling. Data were collected through an online Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and simple linear regression with SPSS. The results showed that both Instagram use intensity and FoMO were categorized as high. Instagram use intensity had a positive and significant effect on FoMO, with a significance value of <0.001 and a coefficient of determination of 0.388. This indicates that 38.8% of the variation in FoMO can be explained by Instagram use intensity, while the remaining 61.2% is influenced by other factors. These findings highlight the importance of strengthening self-control and digital literacy to encourage more controlled Instagram use among Generation Z. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Pengaruh Intensitas Penggunaan Instagram terhadap Fear of Missing Out (FoMO) pada Generasi Z di Jakarta Selatan | id |
| dc.title.alternative | The Influence of Instagram Usage Intensity on Fear of Missing Out (FoMO) among Generation Z in South Jakarta | |
| dc.type | Tugas Akhir | |
| dc.subject.keyword | FOMO | id |
| dc.subject.keyword | generasi Z | id |
| dc.subject.keyword | instagram | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |