Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Lestari Tanubayan Melalui Pendampingan Pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria)
Date
2026Author
Ambarsari, Salma Tri
Mardisiwi, Ririh Sekar
Nurulhaq, Muhammad Iqbal
Metadata
Show full item recordAbstract
SALMA TRI AMBARSARI. Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Lestari Tanubayan Melalui Pendampingan Pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Dibimbing oleh RIRIH SEKAR MARDISIWI dan MUHAMMAD IQBAL NURULHAQ.
Proyek akhir ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan, menguraikan proses pendampingan, serta perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan Kelompok Wanita Tani Lestari Tanubayan setelah dilakukan pendampingan pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Metode yang digunakan dalam proyek akhir ini adalah mixed method, yaitu gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, kuesioner, pre-test dan post-test, serta daftar ceklis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi adalah tingginya harga pupuk kimia dan terbatasnya akses terhadap pupuk bersubsidi. Kegiatan pendampingan pembuatan PGPR dimulai dengan tahap perencanaan dan pelaksanaan pendampingan. Perubahan pengetahuan memiliki kenaikan sebesar 49,33 poin. Sikap anggota Kelompok Wanita Tani Lestari Tanubayan sebagian besar memiliki sikap yang positif terhadap pembuatan PGPR serta memiliki keterampilan yang baik dalam menerapkan tahapan pembuatan PGPR.
Kata kunci: kelompok wanita tani, pemberdayaan, pendampingan, PGPR. SALMA TRI AMBARSARI. Empowerment of the Lestari Tanubayan Women Farmers' Group through Mentoring on PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Production. Supervised by RIRIH SEKAR MARDISIWI and MUHAMMAD IQBAL NURULHAQ.
This final project aims to identify problems, describe the mentoring process, and changes in knowledge, attitudes, and skills of the Tanubayan Women's Farmers Group after mentoring in the production of PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria). The method used in this final project is a mixed method, namely a combination of quantitative and qualitative methods. Data were obtained through observation, interviews, documentation, pre-test and post-test, as well as a skills checklist. The results of the study indicate that the main problems faced are the high price of chemical fertilizers and limited access to subsidized fertilizers. The mentoring activity for the production of PGPR began with the planning and implementation stages of mentoring. Changes in knowledge have increased by 49.33 point. The attitudes of the members of the Tanubayan Women's Farmers Group are mostly positive towards the production of PGPR. They also have good skills in implementing the stages of PGPR production.
Keywords: women farmers' group, empowerment, mentoring, PGPR

