Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian Berdasarkan Persepsi Petani Padi di Desa Mulya Sari Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Hidayat, Taufik
Saputra, Henry Kasmanhadi
Bintoro, H.M.H
Metadata
Show full item recordAbstract
Penyuluh pertanian berperan dalam meningkatkan kemampuan petani dalam
mengelola usahatani. Penelitian bertujuan mengevaluasi kinerja penyuluh pertanian
berdasarkan persepsi petani, menganalisis hubungan antara persepsi petani terhadap
kinerja penyuluh dengan produktivitas padi serta menganalisis usahatani padi di
Desa Mulya Sari, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin. Penelitian
dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 menggunakan pendekatan kuantitatif
yang didukung data kualitatif. Sampel penelitian berjumlah 25 petani yang dipilih
secara acccidental sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, Nilai
Prestasi Kerja (NPK), korelasi Rank Spearman dan analisis usahatani. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh pada kategori buruk dengan nilai
NPK sebesar 24,91. Hasil uji Rank Spearman menunjukkan tidak terdapat
hubungan yang signifikan antara persepsi petani terhadap kinerja penyuluh dengan
produktivitas padi. Analisis usahatani menunjukkan bahwa usahatani padi memiliki
produktivitas 6-7 ton dan nilai R/C ratio sebesar 3,18 sehingga layak dan
menguntungkan untuk diusahakan.
Agricultural extension workers play an important role in improving farmers'
capacity to manage their farming activities. This study aimed to evaluate the
performance of agricultural extension workers based on farmers' perceptions,
analyze the relationship between farmers' perceptions of extension workers'
performance and rice productivity, and analyze rice farming in Mulya Sari Village,
Tanjung Lago District, Banyuasin Regency. The study was conducted from October
to December 2025 using a quantitative approach supported by qualitative data. A
total of 25 rice farmers were selected using accidental sampling. Data were
analyzed using descriptive analysis, the Performance Achievement Score (Nilai
Prestasi Kerja/NPK), Spearman's Rank Correlation, and farm business analysis.
The results showed that the performance of agricultural extension workers was
categorized as poor, with an NPK score of 24.91. Spearman's Rank Correlation
analysis indicated no significant relationship between farmers' perceptions of
extension workers' performance and rice productivity. Rice farming analysis
showed that rice productivity ranged from 6 to 7 tons per hectare per planting
season, with an R/C ratio of 3.18, indicating that rice farming was economically
feasible and profitable.

