Evaluasi Dampak Fermentasi Media Padat oleh Aspergillus tamarii pada Komposisi Fitokimia Rimpang Temu Ireng
Date
2026Author
Nurdin, Jasmine Mutiara Indira
Syaefudin
Hasanah, Uswatun
Metadata
Show full item recordAbstract
Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa bioaktif, seperti fenolik, flavonoid, dan kurkuminoid, namun kadar kurkuminoidnya relatif rendah sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan nilai fungsionalnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh fermentasi media padat (solid-state fermentation, SSF) oleh Aspergillus tamarii selama 14 hari terhadap kadar fenolik total, flavonoid total, profil kurkuminoid, aktivitas antioksidan, dan aktivitas sitotoksik rimpang temu ireng. Ekstraksi dilakukan menggunakan metanol 96%, kemudian kadar fenolik total, flavonoid total, profil kurkuminoid, aktivitas antioksidan, dan aktivitas sitotoksik dianalisis menggunakan metode Folin–Ciocalteu, aluminium klorida, Ultra-Fast Liquid Chromatography (UFLC), DPPH, dan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi meningkatkan kadar fenolik total secara signifikan sebesar 75% (28,12 menjadi 49,05 mg GAE/g) dan meningkatkan aktivitas antioksidan yang ditunjukkan oleh penurunan nilai IC50 DPPH sebesar 17% (309,36 menjadi 258,00 µg/mL). Sebaliknya, kadar flavonoid total menurun sekitar 16% tanpa perbedaan nyata secara statistik, sedangkan bisdemetoksikurkumin, demetoksikurkumin, dan kurkumin mengalami penurunan signifikan yang mengindikasikan terjadinya biotransformasi oleh A. tamarii. Aktivitas sitotoksik tidak berubah secara signifikan meskipun nilai LC50 meningkat sekitar 14%. Secara keseluruhan, fermentasi media padat menggunakan A. tamarii berpotensi meningkatkan nilai fungsional temu ireng melalui peningkatan kandungan fenolik dan aktivitas antioksidan.

