Show simple item record

dc.contributor.advisorPrasetyo, Bayu Febram
dc.contributor.advisorPurwono, Rini Madyastuti
dc.contributor.advisorSafika
dc.contributor.authorNugraha, Salma Ersyara Putri
dc.date.accessioned2026-08-07T14:22:57Z
dc.date.available2026-08-07T14:22:57Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177735
dc.description.abstractStaphylococcus aureus merupakan bakteri patogen utama yang menyebabkan berbagai infeksi pada kulit dan jaringan lunak pada manusia maupun hewan. Meningkatnya kejadian infeksi bakteri menunjukkan perlunya pengembangan agen antibakteri alternatif yang berasal dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi antibakteri ekstrak etanol 70% daun kelor (Moringa oleifera melalui pendekatan penambatan molekuler (molecular docking) dan uji antibakteri in vitro, serta mengembangkan formulasi spray mist untuk aplikasi topikal. Penambatan molekuler dilakukan terhadap protein DNA Gyrase B (GyrB), Tyrosyl-tRNA Synthetase (TyrRS), dan Dihydropteroate Synthase (DHPS) menggunakan kuersetin, kaempferol, rutin dan enrofloksasin sebagai kontrol positif. Aktivitas antibakteri ekstrak dievaluasi menggunakan metode difusi sumuran agar terhadap S. aureus pada konsentrasi ekstrak 25%, 50%, 75%, dan 100%. Konsentrasi yang paling efektif selanjutnya diformulasikan ke dalam empat formula spray mist dengan komposisi eksipien yang berbeda dan dievaluasi karakteristik fisiknya. Hasil penambatan molekuler menunjukkan bahwa seluruh senyawa uji memiliki nilai energi ikatan negatif terhadap protein target yang mengindikasikan kekuatan interaksi. Rutin menunjukkan afinitas terkuat terhadap TyrRS dengan energi ikatan sebesar -8,37 kcal/mol. Pengujian antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak dengan konsentrasi 100% menghasilkan diameter zona hambat terbesar, yaitu 23,33 ± 3,06 mm, yang dikategorikan sebagai aktivitas antibakteri sangat kuat. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan. Evaluasi fisik menunjukkan bahwa formula 4 merupakan formula terbaik karena memenuhi seluruh persyaratan mutu, meliputi sifat organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, keseragaman bobot semprot, waktu pengeringan, pH dan stabilitas selama 28 hari. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% daun kelor memiliki aktivitas antibakteri yang menjanjikan terhadap S. aureus serta dapat diformulasikan secara berhasil menjadi sediaan spray mist yang memenuhi standar mutu fisik.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePENGEMBANGAN SEDIAAN SPRAY MIST EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) SEBAGAI ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus: STUDI IN SILICO DAN IN VITROid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordantibakteriid
dc.subject.keywordmolecular dockingid
dc.subject.keywordMoringa oleiferaid
dc.subject.keywordspray mistid
dc.subject.keywordStaphylococcus aureusid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record