| dc.description.abstract | Sektor pertanian global menghadapi tantangan menyusutnya lahan produktif akibat urbanisasi yang membutuhkan solusi modern seperti Agrifotovoltaik (APV) untuk menghasilkan peningkatan produktivitas lahan. Komoditas hortikultura memiliki pertumbuhan yang dipengaruhi oleh intensitas cahaya, menunjukkan bahwa kelebihan cahaya dapat menyebabkan penurunan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas teknologi penginderaan jarak dekat melalui rekonstruksi 3D untuk memantau pertumbuhan tanaman cabai merah (Capsicum annuum L.) varietas Pillar 1 dibawah naungan sistem APV di Desa Babakan, Bogor. Budidaya dilakukan dengan pola zig-zag dan jarak tanam 60x50 cm, disertai pemupukan NPK dengan dosis 200gr/bedeng pada usia 2 dan 4 MST. Pemrosesan gambar menggunakan perangkat lunak Agisoft Metashape dan QGIS dilakukan untuk mengekstrak nilai fenotipe digital (tinggi dan lebar), yang kemudian divalidasi terhadap data manual menggunakan uji statistik MAE, RMSE, MAPE, dan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model 3D memiliki korelasi yang baik dalam merepresentasikan dimensi fisik tanaman seiring bertambahnya usia, sehingga secara efektif meminimalkan intervensi manual. Untuk meningkatkan kualitas evaluasi di masa mendatang, disarankan agar pengambilan gambar dilakukan secara konsisten dengan tingkat Pertampalan foto minimal 80% untuk menghasilkan rekonstruksi model yang lebih komprehensif dan akurat. | |