IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Doctoral Final Assignments
      • DF - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Model Penyuluhan Pola Asuh Makan pada Anak Usia Dini Melalui Whatsapp Group

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (5.789Mb)
      Fulltext (5.787Mb)
      Lampiran (5.789Mb)
      Date
      2026
      Author
      Indriani
      Sumardjo
      Amanah, Siti
      Fahmida, Umi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Indonesia masih menghadapi tantangan dalam penanganan stunting. Data dari Survei Kesehatan Indonesia (2023) menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada anak berusia 0-59 bulan adalah 21,5 persen, yang masih jauh dari target 14 persen pada 2024. Sejumlah studi menunjukkan perilaku pemberian makan yang tidak tepat akibat kurangnya pengetahuan pengasuh atau orang tua berkaitan erat dengan status gizi anak. Kabupaten Lombok Timur dipilih karena berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2024 merupakan salah satu daerah dengan tingkat prevalensi stunting tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan prevalensi stunting 27,6 persen atau masih berada di atas rerata nasional yakni 21,5 persen. Kabupaten tersebut juga memiliki komitmen tinggi dalam penanganan stunting yang dibuktikan dengan lahirnya sejumlah peraturan daerah dalam upaya penanganan stunting. Perlu upaya penyuluhan untuk mendorong perubahan perilaku pemberian makan pada anak, melalui pemanfaatan WhatsApp. Sementara platform WhatsApp dipilih karena merupakan media sosial yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia (We Are Social 2024). Penelitian menggunakan faktor-faktor yang dipengaruhi Theory of Planned Behavior (TPB) dan Technology Acceptance Model (TAM) untuk menjelaskan mekanisme perubahan perilaku melalui pembentukan persepsi, kendali perilaku yang dirasakan, serta penerimaan terhadap media digital sebagai sarana penyuluhan. Penelitian dengan metode eksperimen semu ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pola asuh makan anak usia dini di Kabupaten Lombok Timur, menganalisis pengaruh pemanfaatan WhatsApp terhadap perubahan praktik pemberian makan dalam upaya penanganan stunting, dan merumuskan model pemanfaatan WhatsApp dalam penyuluhan penanganan stunting. Penelitian yang dilakukan mulai Juli hingga Oktober 2025 tersebut melibatkan 128 responden yang berasal dari enam PAUD di tiga kecamatan yang dibagi ke dalam dua grup yakni kontrol dan intervensi. Pengumpulan data dilakukan dua tahap yakni data awal (baseline) dan data akhir (endline). Pada tahap baseline, seluruh responden pada kedua kelompok memperoleh brosur terkait pola asuh makan dengan konsep Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) dan Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal (PGS-PL). Selanjutnya, kelompok intervensi memperoleh delapan video penyuluhan mengenai praktik pemberian makan dengan konsep B2SA dan PGS-PL yang dibagikan melalui grup WhatsApp selama sepuluh minggu, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima intervensi tambahan. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan struktural antarvariabel, uji Wilcoxon dan Mann–Whitney untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah intervensi, serta Multi-Group Analysis (MGA) untuk mengidentifikasi perbedaan mekanisme antar kelompok. Hasil SEM-PLS pada tahap baseline menunjukkan bahwa faktor dukungan lingkungan dan karakteristik pesan penyuluhan berperan penting dalam membentuk persepsi kemudahan pemberian makan serta persepsi terhadap WhatsApp Group sebagai saluran difusi pesan. Persepsi kemudahan pemberian makan dan persepsi terhadap WhatsApp Group selanjutnya berhubungan positif dengan perilaku pola asuh makan anak. Pada tahap endline, persepsi kemudahan pola asuh makan dan persepsi terhadap WhatsApp Group berpengaruh positif dan signifikan terhadap pola asuh makan anak. Perubahan perilaku tidak terjadi secara langsung akibat paparan intervensi digital, melainkan melalui pembentukan persepsi yang memperkuat kendali perilaku yang dirasakan dan penerimaan terhadap media penyuluhan. Dalam mekanisme ini, WhatsApp Group berperan sebagai mediator parsial yang efektif memperkuat jalur pengaruh lingkungan terhadap perilaku, meskipun pengaruhnya bersifat tidak langsung dan bergantung pada dukungan sosial. Hasil uji beda nonparametrik menunjukkan bahwa intervensi video edukasi berbasis WhatsApp Group selama sepuluh minggu efektif menghasilkan perubahan yang signifikan secara statistik pada aspek sikap dan praktik pola asuh makan dibandingkan kelompok kontrol yang hanya menerima brosur. Pada aspek pengetahuan dan loyalitas, kelompok intervensi menunjukkan kecenderungan peningkatan yang lebih besar daripada kontrol, namun perbedaannya belum mencapai taraf signifikan. Belum signifikannya kedua aspek tersebut diduga dipengaruhi tingginya skor baseline pada sebagian besar responden, yang mengindikasikan adanya efek langit-langit (ceiling effect) sehingga ruang peningkatan menjadi terbatas. Hasil analisis Multi-Group Analysis (MGA) memberikan temuan tambahan bahwa intervensi video melalui WhatsApp Group cenderung memperkuat jalur pengaruh lingkungan sosial terhadap persepsi saluran difusi pesan penyuluhan. Pada kelompok intervensi, faktor lingkungan menjadi aktif dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap manfaat WhatsApp Group sebagai saluran komunikasi, sementara pada kelompok kontrol peran tersebut tidak ditemukan. Temuan ini mengindikasikan bahwa lingkungan sosial, khususnya dukungan dari pihak-pihak di sekitar masyarakat, berperan penting dalam menghidupkan fungsi saluran komunikasi digital dalam penanganan stunting berbasis penyuluhan. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa model penyuluhan pola asuh makan yang efektif menempatkan karakteristik pesan sebagai penentu utama pembentukan persepsi kemudahan, persepsi kemudahan sebagai penggerak inti perubahan pola asuh makan, serta lingkungan sosial sebagai faktor penguat yang mengaktifkan fungsi WhatsApp Group sebagai saluran difusi pesan penyuluhan. Model yang dihasilkan, dinamakan Sosial, Edukasi, Mediasi, Transmisi, Orientasi, dan Norma atau SEMETON yang menempatkan lingkungan sosial sebagai faktor penguat yang melengkapi mekanisme utama perubahan pola asuh makan yang tepat pada anak. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual dan empiris bagi pengembangan strategi komunikasi kesehatan berbasis digital yang lebih kontekstual, integratif, dan realistis dalam perbaikan gizi berbasis komunitas.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177567
      Collections
      • DF - Human Ecology [653]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository