| dc.description.abstract | Sapi merupakan salah satu komoditas ternak yang memiliki nilai ekonomi
tinggi sehingga peningkatan efisiensi reproduksi menjadi aspek penting dalam
industri peternakan modern. Teknologi sex-sorting sperma memungkinkan
produksi embrio dengan jenis kelamin yang sesuai kebutuhan, namun metode yang
ada saat ini masih menghadapi beberapa keterbatasan, seperti biaya yang tinggi,
peralatan yang khusus, dan penurunan kualitas sperma. Aktivasi Toll-like Receptor
(TLR) 7/8 menggunakan ligan resiquimod (R848) merupakan salah satu metode
sex-sorting alternatif yang dikembangkan dengan prosedur yang lebih sederhana
dan mudah diaplikasikan. Metode sex-sorting berbasis aktivasi TLR7/8
menggunakan ligan R848 telah berhasil memisahkan sperma pembawa kromosom
X dan Y pada berbagai spesies. Sebagian besar penelitian masih berfokus pada
tingkat keberhasilan pemisahan sperma, sedangkan informasi mengenai perubahan
karakteristik seluler sperma setelah proses sex-sorting, terutama pada sapi, masih
belum banyak dilaporkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi pengaruh aktivasi TLR7/8 menggunakan ligan R848 terhadap
karakteristik seluler sperma sapi serta mengonfirmasi keberhasilan sex-sorting
sperma melalui analisis molekuler.
Penelitian ini menggunakan semen beku dari satu ekor sapi Friesian Holstein
yang diproses dengan metode double swim-up menggunakan R848 konsentrasi 0,03
µM dengan jumlah ulangan sebanyak enam kali. Penelitian ini mengevaluasi
viabilitas, konsentrasi, motilitas, kinematika, aktivitas mitochondrial membrane
potential (MMP), dan integritas akrosom sperma setelah perlakuan sexing-sorting.
Persentase sperma pembawa kromosom X dan Y dievaluasi dengan quantitative
polymerase chain reaction (qPCR) dengan gen Proteolipid Protein (PLP) dan Sex
determining Region (SRY) sebagai penanda molekuler.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sex-sorting tidak
memengaruhi viabilitas, konsentrasi, dan integritas akrosom sperma pada fraksi
lapisan atas dan lapisan bawah. Perlakuan sex-sorting menurunkan motilitas sperma
pada fraksi lapisan atas dibandingkan kelompok kontrol. Perlakuan sex-sorting
tidak memengaruhi aktivitas MMP pada fraksi lapisan atas. Perlakuan sex-sorting
menurunkan persentase sperma dengan aktivitas MMP kategori sedang pada fraksi
lapisan bawah dibandingkan kelompok kontrol. Analisis molekuler menunjukkan
bahwa perlakuan sex-sorting tidak meningkatkan persentase sperma pembawa
kromosom Y pada fraksi lapisan atas tetapi meningkatkan persentase sperma
pembawa kromosom X pada fraksi lapisan bawah dari 41,5% menjadi 64,0%.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivasi TLR7/8 menggunakan ligan
R848 dengan konsentrasi 0,03 µM mampu memperkaya sperma pembawa
kromosom X pada fraksi lapisan bawah, tetapi belum mampu memperkaya sperma
pembawa kromosom Y pada fraksi lapisan atas. Perlakuan sex-sorting sperma
dengan R848 menjaga fungsi seluler utama sperma sehingga berpotensi menjadi
alternatif yang relatif sederhana dan aman untuk memperkaya sperma pembawa
kromosom X pada sapi. Sperma hasil sex-sorting berpotensi untuk dimanfaatkan
pada teknologi reproduksi berbantu, khususnya intracytoplasmic sperm injection
(ICSI), untuk menghasilkan embrio sapi dengan jenis kelamin yang lebih terarah
sesuai kebutuhan program pemuliaan dan produksi ternak. | |