Pengaruh Inklusi Keuangan Syariah Terhadap Ketahanan Pangan Provinsi di Indonesia
Abstract
Ketahanan pangan di Indonesia menunjukkan tren yang semakin baik, namun
tingkat pencapaiannya masih belum merata antarprovinsi. Kondisi tersebut
mengindikasikan bahwa peningkatan ketahanan pangan tidak cukup hanya melalui
peningkatan produksi, tetapi juga memerlukan penguatan produktivitas sektor
pangan melalui inovasi. Implementasi inovasi pada sektor pangan memerlukan
dukungan modal dan akses pembiayaan yang memadai. Inklusi keuangan syariah
menjadi salah satu alternatif yang berpotensi memperluas akses pembiayaan
produktif bagi masyarakat dan pelaku usaha pangan. Selain itu, ketahanan pangan
juga merupakan fenomena multidimensional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor
ekonomi, sosial, dan kapasitas pembangunan wilayah.
Penelitian mengenai hubungan inklusi keuangan syariah dan ketahanan
pangan pada tingkat regional masih relatif terbatas, khususnya yang
mempertimbangkan perbedaan karakteristik antarprovinsi. Maka dari itu penelitian
ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh inklusi keuangan syariah terhadap
ketahanan pangan serta mengidentifikasi faktor ekonomi, sosial, dan karakteristik
wilayah terhadap ketahanan pangan provinsi di Indonesia. Penelitian ini
menggunakan data panel 34 provisi di Indonesia selama tahun 2019-2024. Data
diperoleh dari berbagai sumber resmi, seperti OJK,BPS, BAPANAS, Kementerian
Pertanian dan Kementerian Pembangunan Daerah Republik Indonesia. Analisis
menggunakan metode regresi data panel, dengan variabel dependen adalah Indeks
Ketahanan Pangan (IKP), variabel independen utama adalah Index of Syaria
Financial Inclusion (ISFI), serta variabel kontrol yaitu PDRB per kapita, proporsi
pengeluaran pangan per kapita, rata-rata lama sekolah, rata-rata ukuran keluarga,
Indeks Desa Membangun (IDM), luas panen tanaman pangan per kapita.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa inklusi keuangan syariah (ISFI)
berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan pangan di Indonesia.
Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan akses masyarakat terhadap layanan
keuangan syariah mampu mendukung penguatan sistem pangan melalui
peningkatan akses pembiayaan produktif dan pengembangan usaha pangan. Selain
ISFI, variabel PDRB, proporsi pengeluaran pangan per kapita, rata-rata lama
sekolah, Indeks Desa Membangun (IDM), dan luas panen tanaman pangan per
kapita juga berpengaruh positif signifikan terhadap ketahanan pangan. Sementara
itu, proporsi pengeluaran pangan per kapita menunjukkan hubungan negatif
terhadap ketahanan pangan.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa inklusi keuangan
syariah berpotensi mendukung pembangunan ketahanan pangan yang lebih inklusif
dan berkelanjutan melalui perluasan akses pembiayaan sektor pangan, peningkatan
produktivitas, serta pengurangan kerentanan pangan antarwilayah. Oleh karena itu,
diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan pemangku
kepentingan terkait untuk memperluas jangkauan layanan, khususnya di daerah
sentra pangan, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan Indonesia secara
berkelanjutan. Food security in Indonesia has shown a steadily improving trend, however its
achievement remains uneven across provinces. This condition indicates that
strengthening food security requires not only increasing food production but also
enhancing agricultural productivity through innovation. The implementation of
innovation in the food sector requires adequate capital and access to financing. In
this context, Islamic financial inclusion represents a promising alternative for
expanding access to productive financing for communities and agribusiness actors.
Furthermore, food security is a multidimensional phenomenon influenced by
various economic, social, and regional development factors.
Research examining the relationship between Islamic financial inclusion and
food security at the regional level remains limited, particularly studies that consider
variations in provincial characteristics. Therefore, this study aims to analyze the
effect of Islamic financial inclusion on food security and to identify the economic,
social, and regional factors influencing provincial food security in Indonesia. This
study employs panel data covering 34 provinces in Indonesia from 2019 to 2024.
The data were obtained from several official institutions, including the Financial
Services Authority (OJK), Statistics Indonesia (BPS), the National Food Agency
(BAPANAS), the Ministry of Agriculture, and the Ministry of Villages and
Development of Disadvantaged Regions. Panel data regression analysis was
employed, with the Food Security Index (FSI) as the dependent variable, the Index
of Sharia Financial Inclusion (ISFI) as the primary independent variable, and gross
regional domestic product (GRDP) per capita, the proportion of per capita food
expenditure, average years of schooling, average household size, the Village
Development Index (IDM), and harvested food crop area per capita as control
variables.
The results indicate that Islamic financial inclusion (ISFI) has a positive and
statistically significant effect on food security in Indonesia. These findings suggest
that expanding public access to Islamic financial services can strengthen the food
system by improving access to productive financing and supporting the
development of food-related economic activities. In addition to ISFI, gross regional
domestic product (GRDP) per capita, average years of schooling, the Developing
Village Index (DVI), and harvested food crop area per capita have significant
positive effects on food security. In contrast, the proportion of per capita food
expenditure has a significant negative effect on food security.
Overall, this study demonstrates that Islamic financial inclusion has the potential to
promote more inclusive and sustainable food security by expanding access to
financing in the food sector, enhancing productivity, and reducing regional
disparities in food vulnerability. Therefore, stronger collaboration among the
government, Islamic financial institutions, and other relevant stakeholders is
essential to expand the coverage of Islamic financial services, particularly in major
food-producing regions, in order to strengthen Indonesia's food security in a
sustainable manner.
Collections
- MF - Economic and Management [3275]

