Efisiensi Pemanfaatan Radiasi Matahari pada Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) dengan Intensitas Radiasi Berbeda
Abstract
Produktivitas tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari yang berperan sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis. Perbedaan intensitas radiasi dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman serta efisiensi pemanfaatan radiasi menjadi biomassa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai tingkat intensitas radiasi matahari terhadap efisiensi pemanfaatan radiasi pada tanaman pakcoy, membandingkan nilai efisiensi pemanfaatan radiasi pada setiap tingkat intensitas radiasi, serta menentukan tingkat intensitas radiasi yang menghasilkan pertumbuhan dan hasil terbaik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikarawang, IPB University menggunakan rancangan acak kelompok satu faktor dengan tiga taraf perlakuan, yaitu tanpa naungan (7,0 MJ/m2/hari), naungan paranet 25% (5,1 MJ/m2/hari), dan naungan paranet 50% (3,5 MJ/m2/hari). Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan tanaman, bobot kering total, Leaf Area Index (LAI), Specific Leaf Area (SLA), intersepsi radiasi, dan efisiensi pemanfaatan radiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas radiasi berpengaruh terhadap pertumbuhan, intersepsi radiasi, dan efisiensi pemanfaatan radiasi tanaman pakcoy. Nilai efisiensi pemanfaatan radiasi tertinggi diperoleh pada intensitas radiasi 3,5 MJ/m2/hari (naungan paranet 50%) dengan nilai RUE sebesar 2,10 g/MJ. Namun, intensitas radiasi 7,0 MJ/m2/hari (tanpa naungan) memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman terbaik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi pemanfaatan radiasi yang tinggi tidak selalu diikuti oleh pertumbuhan dan hasil tanaman yang optimal. The productivity of pakcoy (Brassica rapa L.) is influenced by solar radiation intensity, which serves as the primary energy source for photosynthesis. Variations in radiation intensity may affect plant growth and the efficiency of converting intercepted radiation into biomass. This study aimed to analyze the effect of different levels of solar radiation intensity on radiation use efficiency in pakcoy, compare radiation use efficiency under each radiation level, and determine the radiation intensity that produces the best plant growth and yield. The experiment was conducted at the Cikarawang Experimental Field, IPB University, using a randomized complete block design with one factor consisting of three treatments: no shading (7.0 MJ/m2/day), 25% paranet shading (5.1 MJ/m2/day), and 50% paranet shading (3.5 MJ/m2/day). The observed variables included plant growth, total dry weight, Leaf Area Index (LAI), Specific Leaf Area (SLA), radiation interception, and radiation use efficiency. The results showed that radiation intensity significantly affected plant growth, radiation interception, and radiation use efficiency of pakcoy. The highest radiation use efficiency was obtained under 50% paranet shading with a radiation intensity of 3.5 MJ/day, resulting in an RUE value of 2.10 g/MJ. However, the highest plant growth and yield were achieved under no shading with a radiation intensity of 7.0 MJ/m2/day. These findings indicate that higher radiation use efficiency does not necessarily result in optimal plant growth and yield.

