Show simple item record

dc.contributor.advisorJayanegara, Anuraga
dc.contributor.advisorWiryawan, I Komang Gede
dc.contributor.advisorRidwan, Roni
dc.contributor.authorWahyuni, Dimar Sari
dc.date.accessioned2026-08-06T06:46:12Z
dc.date.available2026-08-06T06:46:12Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177396
dc.description.abstractPeningkatan produktivitas ternak domba sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada daging nasional berpotensi meningkatkan emisi gas rumah kaca, terutama metana enterik yang dihasilkan dari fermentasi rumen. Sistem peternakan rakyat yang masih didominasi oleh penggunaan hijauan berkualitas rendah menyebabkan fermentasi pakan tidak optimal, sehingga meningkatkan produksi metana. Selain itu, keterbatasan kandungan nutrien dan rendahnya kualitas pakan berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas ternak. Makroalga sebagai sumber daya hayati laut Indonesia yang kaya akan senyawa bioaktif memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai inovasi pakan bioaditif dalam sistem produksi ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil metabolit tidak tertarget rumput laut melalui pendekatan metabolomik, mengevaluasi potensi berbagai spesies makroalga Indonesia sebagai kandidat pakan aditif dalam memperbaiki profil rumen meliputi fermentasi dan kecernaan rumen secara in vitro, mengevaluasi pemberian pakan aditif makroalga yang mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai rumen modifier dalam pakan komplit dan mendapatkan dosis optimal terbaik berdasarkan spesies dan perbedaan kandungan senyawa bioaktifnya sehingga dapat memperbaiki karakteristik fermentasi rumen dan kecernaan pakan serta mengurangi emisi gas metana enterik melalui pendekatan kajian secara in vitro dan teknologi omik (metabolomik dan metagenomik). Penelitian ini dibagi dalam tiga tahap meliputi : 1) Eksplorasi, identifikasi dan produksi tepung makroalga dan pakan komplit yang terdiri dari 1.a.) Sampling beberapa spesies makroalga dari beberapa daerah di Indonesia, 1.b.) Produksi tepung makroalga, bahan pakan komplit dan proses ekstraksi makroalga, 1.c.) Identifikasi komposisi kimia makroalga dan bahan pakan komplit melalui analisis proksimat (kadar air, abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), Total Digestible Nutrient (TDN), energi total, karbohidrat, energi dari lemak), dan serat pakan (Neutral Detergent Fiber, Acid Detergent Fiber, hemiselulosa, selulosa, lignin), kandungan asam lemak, asam amino, klorofil, mineral; 1.d.) Identifikasi dan karakterisasi metabolit primer dan sekunder pada beberapa spesies makroalga, 1.e.) Formulasi pakan komplit dan penentuan dosis pakan aditif tepung makroalga. 2) Pengujian in vitro tahap 1 (Identifikasi profil fermentasi dan kecernaan serta potensi penurunan produksi metana rumen 14 spesies tepung makroalga secara in vitro) dan pengujian in vitro tahap 2 (Evaluasi beberapa spesies makroalga terpilih pada pakan komplit terhadap fermentasi dan degradabilitas serta emisi metana enterik rumen in vitro). 3) Kajian metabolomik dan metagenomik yang terdiri dari 3.a.) Analisis metabolomik produk fermentasi rumen hasil pengujian in vitro tepung makroalga (metabolit tidak tertarget) dan analisis metagenomik profil mikrobiom rumen hasil pengujian in vitro pakan aditif tepung makroalga ke dalam pakan komplit. Untuk tahap identifikasi dan karakterisasi metabolit primer dan sekunder pada beberapa spesies makroalga, rancangan acak lengkap dengan 14 perlakuan ekstrak makroalga dan 3 ulangan dilakukan untuk kandungan fenol dan flavonoid. Caulerpa racemosa memiliki kandungan flavonoid yang tinggi (1,5 mg Quercetin/g), dan Ulva lactuca memiliki kandungan fenol tertinggi (0,55 mg Asam Galat/g). Setiap sampel makroalga dikeringkan dengan cara dibekukan, digiling, dan diekstraksi menggunakan metanol dengan perbandingan 1:20 (berat/volume). Ekstrak dianalisis dengan kromatografi cair–spektrometri massa resolusi tinggi (LC-HRMS). Sebanyak 31 metabolit yang diduga telah diidentifikasi dan tersedia untuk penelitian lebih lanjut. Pearson Correlation Analysis (PCA) menunjukkan bahwa pemisahan makroalga tersebut dapat dijelaskan oleh variasi total sebesar 92,6%. Heatmap juga menampilkan profil metabolit di antara keempat spesies makroalga tersebut. Pada percobaan kultur batch in vitro tahap 1, sebanyak 14 spesies makroalga yang digunakan meliputi Sargassum sp., Palmaria palmata, Gelidium sp., Padina sp., Halymenia durvillei, Boergesenia forbesii, Gracilaria verrucosa, Eucheuma cottonii, Gracilaria gigas, Eucheuma spinosum, Ulva lactuca, Turbinaria ornata, Caulerpa racemosa, dan Gracilaria coronopifolia dan diulang sebanyak 5 kali pengujian fermentabilitas dan kecernaan rumen in vitro. Pakan yang digunakan adalah 500 mg substrat makroalga yang diinkubasi dengan 50 ml campuran cairan rumen buffer (perbandingan 1:2 antara cairan rumen sapi Peranakan Ongole yang telah difistulasi dan larutan buffer) dalam tabung serum berukuran 100 ml pada suhu 39?C selama 72 jam. Rancangan acak lengkap diterapkan dengan 14 perlakuan tepung makroalga dan 5 ulangan. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA), diikuti dengan uji lanjut Duncan. Hasilnya menunjukkan bahwa produksi gas total tertinggi terdapat pada B. forbesii (54,75 mL; p<0,01) dan terendah pada T. ornata (10,94 mL). Emisi metana terestimasi dan metana per bahan kering terestimasi yang diinkubasi terendah pada Sargassum sp. (1,87 mM dan 3,75 mM/g bahan kering; p<0,01), dengan Sargassum sp. dan C. racemosa mengurangi metana terestimasi sebesar 71,86 %. Tingkat amonia seragam di antara spesies (p> 0,05). Total Volatile Fatty Acid (VFA) dan asam propionat paling tinggi pada H. durvillei dan B. forbesii (p<0,01), dengan rasio asetat terhadap propionat yang lebih rendah. Kecernaan Bahan Kering (KCBK) dan Kecernaan Bahan Orgaik (KCBO) paling tinggi pada H. durvillei (81,72 % dan 69,53 %; p<0,01). Kinetika gas menunjukkan B. forbesii memiliki asimptot tertinggi (201,97 mL; p<0,01) namun laju terendah (0,01 mL/jam). Pengujian in vitro tahap 2 terdiri dari 10 perlakuan dan 5 ulangan meliputi R1 = 30% Rumput Gajah + 70% Konsentrat, R2 = R1 + 1% BK Haliminea durvillei, R3 = R1 + 2% BK Haliminea durvillei, R4 = R1 + 3% BK Haliminea durvillei, R5 : R1 + 1% BK Caulerpa racemosa, R6 : R1 + 2% BK Caulerpa racemosa, R7: R1 + 3% BK Caulerpa racemosa, R8 : R1 + 1% BK Gracillaria gigas, R9 : R1 + 2% BK Gracillaria gigas, R10: R1 + 3% BK Gracillaria gigas. Penelitian in vitro tahap 2 dengan menginkubasi substrat makroalga sebanyak 750 mg (30% rumput gajah dan 70% konsentrat) dalam 50 ml campuran cairan rumen dan larutanbuffer (rasio cairan rumen dan larutan penyangga sebesar 1:4) dalam 100 ml botol serum pada kondisi anaerob dan suhu 39°C selama 48 jam. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap untuk perlakuan dengan kontrol dan rancangan acak lengkap faktorial untuk perlakuan tanpa kontrol, sebanyak 3 spesies makroalga dan dosisnya sebagai perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi berbagai spesies dan dosis makroalga pada pakan komplit memberikan pengaruh nyata terhadap produksi gas metana (p<0,05; p<0,01). Perlakuan R8 (penambahan 1% BK Gracilaria gigas) menghasilkan produksi metana terendah secara konsisten pada hampir seluruh parameter, baik dalam satuan ppm (71.587,11), mL (8,72), mL/g BK (13,22), mL/g DBK (18,14), mL/g DBO (23,93), mM (2796,18), maupun rasio metan terhadap total gas (58,73 mL/L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi makroalga memberikan pengaruh yang sangat nyata (p<0,0001) terhadap konsentrasi NH3 dan total VFA dalam fermentasi rumen in vitro. Konsentrasi NH3 dan VFA Total meningkat secara signifikan seiring dengan peningkatan dosis suplementasi, dengan nilai tertinggi pada perlakuan R9. Konsentrasi asetat cenderung meningkat dengan nilai tertinggi pada R9, sedangkan propionat relatif stabil di antara perlakuan (p>0,05). Produksi asam butirat, valerat, dan asam lemak bercabang (isobutirat dan isovalerat) tidak berubah secara signifikan antar perlakuan. Rasio asetat terhadap propionat (A/P) sangat berbeda, dengan nilai tertinggi pada R10 dan nilai terendah pada R6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi makroalga berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap sintesis protein mikroba (SPM), populasi protozoa, partitioning factor (PF), dan estimasi mikroba dalam fermentasi rumen in vitro. Nilai SPM meningkat secara signifikan dibandingkan kontrol, dengan nilai tertinggi pada perlakuan R9 dan R5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi makroalga berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap produksi gas total, baik dalam satuan ml/g bahan kering (BK) (p<0,01) maupun volume total (ml) (p<0,001). Produksi gas tertinggi diperoleh pada perlakuan R4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi berbagai spesies makroalga pada berbagai dosis tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap nilai pH rumen (p>0,05), dengan kisaran pH relatif stabil antara 6,77 hingga 6,91. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi makroalga memberikan pengaruh sangat nyata terhadap degradabilitas bahan kering (% DBK) (p<0,001) dan berpengaruh nyata terhadap degradabilitas bahan organik (% DBO) (p<0,05). Nilai % DBK dan % DBO tertinggi diperoleh pada perlakuan R9. Suplementasi makroalga pada fermentasi rumen in vitro mampu memodulasi komposisi dan keanekaragaman mikroba, mempengaruhi populasi arkea penghasil metana, serta mengubah profil metabolomik, PCA loading yang menggambarkan 131 metabolit dalam cairan rumen produk fermentasi in vitro rumen. Kebaruan (kebaruan) dari penelitian ini terletak pada integrasi evaluasi fermentasi rumen secara in vitro dengan teknologi omik. Makroalga Indonesia berpotensi besar dikembangkan sebagai strategi inovatif untuk memperbaiki profil rumen meliputi fermentasi dan kecernaan rumen secara in vitro, meskipun penelitian lanjutan secara in vivo masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan dosis optimal dalam aplikasi praktis.
dc.description.sponsorshipDegree by Research, Manajemen Talenta, Badan Riset dan Inovasi Nasional
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleDisertasi_S3 D2601221003_Dimar Sari Wahyuniid
dc.title.alternativeEvaluasi Potensi Makroalga sebagai Rumen Modifier pada Pakan Komplit Domba Berdasarkan Pendekatan Teknologi Omik.
dc.typeDisertasi
dc.subject.keyworddegradabilitas dan kecernaan rumenid
dc.subject.keywordemisi metana enterikid
dc.subject.keywordprofil fermentasi rumenid
dc.subject.keywordpendekatan teknologi omikid
dc.subject.keywordspesies makroalgaid
dc.subtypeDissertations


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record