| dc.description.abstract | Cendawan endofit berpotensi dimanfaatkan sebagai biostimulan untuk
meningkatkan pertumbuhan tanaman, termasuk tanaman ampupu (Eucalyptus urophylla
S.T. Blake) di persemaian. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh beberapa isolat
cendawan endofit asal leda (E. deglupta) terhadap perkecambahan benih leda dan
pertumbuhan bibit ampupu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5
perlakuan, 3 ulangan, 1 ulangan terdiri atas 3 unit (bibit ekaliptus). Isolat cendawan endofit
yang diuji, yaitu Phyllosticta fallopiae REI9.1, P. fallopiae DEI6.1, Xenoacremonium
recifei REC19.1, dan Pseudopithomyces toxicarius DEC1.1. Cendawan endofit
diaplikasikan pada benih leda dan bibit ampupu. Hasil pengamatan menunjukkan benih
leda yang diinokulasi dengan P. fallopiae DEI6.1 memiliki daya kecambah, kecepatan
berkecambah tertinggi, dan nilai mean germination time terendah. Pada bibit ampupu,
perlakuan cendawan endofit berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada minggu ke-
10 dan ke-12 serta diameter batang pada minggu ke-8 dan ke-10, meskipun sebagian besar
perlakuan tidak berbeda nyata dengan kontrol. Kandungan klorofil daun, biomassa, dan
nisbah pucuk akar menunjukkan variasi antarperlakuan dan tidak berbeda nyata. Secara
umum, cendawan endofit yang digunakan berpotensi sebagai biostimulan, terutama pada
fase perkecambahan, tetapi belum mampu meningkatkan pertumbuhan bibit ampupu. | |