PEMETAAN BAHAYA BANJIR SEBAGAI UPAYA MITIGASI DI WILAYAH UNIT PELAKSANA TRANSMISI SEMARANG UNIT INDUK TRANSMISI JAWA BAGIAN TENGAH
Date
2026Author
RANJANI, TASYA
Paramitadevi, Yudith Vega
Saputra, Septian Fauzi Dwi
Metadata
Show full item recordAbstract
Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang berpotensi mengganggu keandalan aset transmisi tenaga listrik di wilayah UPT Semarang UIT JBT. Penelitian ini bertujuan memetakan bahaya banjir, menganalisis persebaran aset transmisi berdasarkan tingkat bahaya banjir, serta menyusun rekomendasi mitigasi. Analisis dilakukan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode skoring dan pembobotan berdasarkan lima parameter, yaitu curah hujan, kemiringan lereng, jenis tanah, tutupan lahan, dan buffer sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah UPT Semarang didominasi oleh kelas bahaya banjir sedang, dengan sebagian besar aset transmisi juga berada pada kelas tersebut. Validasi menggunakan peta InaRISK melalui proses reklasifikasi kelas menunjukkan persentase kesesuaian distribusi sebesar 45,06%. Berdasarkan hasil penelitian, rekomendasi mitigasi difokuskan pada wilayah dengan tingkat bahaya banjir sedang hingga sangat tinggi melalui peningkatan pemantauan aset, optimalisasi sistem drainase, serta penerapan upaya konservasi air di sekitar aset transmisi. Flood is a hydrometeorological disaster that may disrupt the reliability of electricity transmission assets in the UPT Semarang UIT JBT area. This study aimed to map flood hazards, analyze the distribution of transmission assets based on flood hazard levels, and develop mitigation recommendations. The analysis was conducted using a Geographic Information System (GIS) with a scoring and weighting approach based on five parameters: rainfall, slope, soil type, land cover, and river buffer. The results showed that the UPT Semarang area was predominantly classified as moderate flood hazard, with most transmission assets also located within this class. Validation using the InaRISK flood hazard map through a class reclassification process resulted in a 45,06% class distribution conformity. Based on these findings, mitigation efforts are prioritized for areas with moderate to very high flood hazards through enhanced asset monitoring, drainage system improvement, and water conservation measures around transmission assets.

