| dc.description.abstract | Penyadapan getah pinus memerlukan metode kerja yang efisien untuk mendukung produktivitas dan penentuan beban kerja penyadap. Penelitian ini bertujuan menentukan waktu standar penyadapan getah pinus pada metode bor semi mekanis, quarre mekanis (Alsameka), dan quarre manual serta membandingkan efektivitas ketiganya. Penelitian dilaksanakan pada tegakan pinus tahun tanam 2015 di Petak 75B RPH Karangpucung, BKPH Banyumas Barat, KPH Lumbir, Divisi Regional Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui pengamatan waktu kerja menggunakan rekaman video pada 100 pohon sampel untuk setiap metode penyadapan. Perhitungan waktu standar dilakukan berdasarkan waktu pengamatan, faktor penilaian kerja, waktu dasar, kelonggaran dan isi kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu standar pembaharuan luka sadapan pada metode bor semi mekanis sebesar 0,92 jam, lebih rendah dibandingkan quarre mekanis sebesar 1,12 jam dan quarre manual sebesar 1,10 jam untuk penyadapan 100 pohon. Pada kegiatan pemanenan getah, waktu standar metode bor semi mekanis, quarre mekanis, dan quarre manual berturut-turut sebesar 1,08; 1,07; dan 1,43 jam untuk penyadapan 100 pohon. Metode bor semi mekanis merupakan metode yang paling efisien berdasarkan nilai waktu standar. | |