Pengaruh Aplikasi Insektisida terhadap Walang Sangit Leptocorisa oratorius (Fabricius) (Hemiptera: Alydidae) dan Musuh Alaminya pada Pertanaman Padi
Date
2026Jenis/Type
SkripsiSubtype
Project > Case StudiesAuthor
Anisa, Nur
Winasa, I Wayan
Sugiana, Fenny Aulia
Metadata
Show full item recordAbstract
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan strategis di Indonesia, namun produksinya sering terganggu oleh organisme pengganggu tumbuhan (OPT), salah satunya hama walang sangit Leptocorisa oratorius (F.). Hama ini menyerang bulir padi pada fase masak susu dengan cara mengisap cairan bulir sehingga menurunkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai perlakuan insektisida terhadap perkembangan, kelimpahan, intensitas serangan L. oratorius serta musuh alaminya pada pertanaman padi. Penelitian dilakukan di lahan seluas ± 900 m² yang dibagi menjadi empat petak perlakuan dengan enam ulangan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang digunakan adalah insektisida sintetik berbahan aktif klorantraniliprol, bioinsektisida berbahan aktif Bacillus thuringiensis dan Serratia marcescens, insektisida nabati ekstrak mimba, dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imago L. oratorius mulai ditemukan pada pertanaman padi sejak umur tanaman 46 HST pada seluruh perlakuan dan paling dominan selama periode pengamatan. Populasi pradewasa L. oratorius pada seluruh perlakuan relatif rendah dibandingkan populasi imago selama periode pengamatan. Kelimpahan populasi L. oratorius pada petak kontrol cenderung lebih tinggi dibandingkan petak yang diberi perlakuan insektisida sintetik, bioinsektisida, maupun insektisida nabati. Aplikasi insektisida tidak memberikan pengaruh nyata terhadap musuh alami, yang ditunjukkan oleh kelimpahan laba-laba predator yang umumnya tidak berbeda nyata (kecuali famili Tetragnathidae pada 8 MST) serta tetap ditemukannya parasitoid Gryon nixoni pada seluruh perlakuan. Selain itu, aplikasi insektisida juga tidak berpengaruh nyata terhadap intensitas serangan L. oratorius maupun produksi padi. Rice (Oryza sativa L.) is a strategic food crop in Indonesia. Still, its production is constrained by the rice bug, Leptocorisa oratorius (F.), which damages rice grains during the milk stage by sucking grain fluids. This study evaluated the effects of different insecticide treatments on the development, population abundance, and attack intensity of L. oratorius, and its natural enemies. The experiment was conducted in a ± 900 m² rice field using a randomized block design (RBD) with four treatments applications and six replications. Treatments included a synthetic insecticide containing chlorantraniliprole, a bioinsecticide
containing Bacillus thuringiensis and Serratia marcescens, a neem extract-based insecticide, and an untreated (control). Adult L. oratorius first appeared at 46 days after planting in all applications and remained the dominant developmental stage, whereas pre-adult stages were relatively scarce throughout the observation period. Population abundance tended to be higher in the control plots than in insecticide application plots. Insecticide applications had no significant effect on predatory
spiders, except the family Tetragnathidae at 8 weeks after planting, and the parasitoid Gryon nixoni remained present in all treatments. Insecticide applications also had no significant effect on the attack intensity of L. oratorius or rice production.
Collections
- UF - Plant Protection [2571]

