Penyutradaraan dalam Produksi Film Branded Documentary "Back To Glory" di Kangen Tennis
Abstract
Kangen Tennis, komunitas tenis di Jakarta, membutuhkan representasi naratif yang mengangkat perjalanan, nilai, dan makna komunitas bagi anggotanya, sementara konten media sosial yang dimiliki masih didominasi tren viral dan highlight kegiatan tanpa struktur cerita yang mendalam. Laporan ini bertujuan menjelaskan penerapan penyutradaraan dokumenter dalam produksi film branded documentary "Back To Glory" di Kangen Tennis, serta mengidentifikasi kendala dan strategi penyelesaiannya. Metode yang digunakan adalah penciptaan karya (practice-based) melalui partisipasi aktif sutradara selama tiga bulan, dengan analisis deskriptif terhadap tahap praproduksi, produksi, dan pascaproduksi menggunakan pendekatan penyutradaraan dokumenter yang digabungkan dengan karakteristik branded documentary berupa penggunaan real people dan pendekatan character-driven. Hasil proyek berupa film berdurasi 25 menit 26 detik yang merepresentasikan identitas Kangen Tennis melalui sudut pandang founder, pelatih, dan peserta, serta telah disetujui pihak Kangen Tennis. Keterbatasan materi wawancara peserta pada tahap pascaproduksi menyebabkan fokus narasi dialihkan lebih banyak pada sudut pandang pelatih tanpa mengubah struktur tiga babak yang dirancang sejak praproduksi. Kendala lain meliputi keterbatasan lokasi, gangguan noise audio, dan pergeseran timeline produksi, yang diatasi melalui pencarian lokasi alternatif, penyesuaian teknis perekaman, dan penyusunan ulang struktur narasi. Temuan ini menegaskan pentingnya riset karakter narasumber secara mendalam sejak praproduksi bagi keberhasilan produksi branded documentary berbasis character-driven. Kangen Tennis, a Jakarta-based tennis community, requires a narrative representation of its journey, values, and meaning for members, while its social media content remains dominated by viral trends and activity highlights without an in-depth story structure. This report aims to explain the application of documentary directing in the production of the branded documentary film "Back To Glory" at Kangen Tennis, and to identify the obstacles encountered and their resolution strategies. The method used was practice-based creation involving the director's active participation for three months, with descriptive analysis of the pre-production, production, and post-production stages, applying a character-driven documentary directing approach combined with the use of real people typical of branded documentaries. The project resulted in a 25-minute 26-second film representing Kangen Tennis's identity through the perspectives of the founder, coach, and participant, which was approved by Kangen Tennis. Limited participant interview material during post-production shifted the narrative focus toward the coach's perspective without altering the three-act structure designed since pre-production. Other obstacles included location constraints, audio noise, and timeline shifts, addressed through alternative locations, recording adjustments, and narrative restructuring. These findings underscore the importance of in-depth narrator research during pre-production for character-driven branded documentary productions.

