| dc.description.abstract | Jakarta merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat kerawanan banjir tinggi akibat kombinasi faktor hidrometeorologi, kondisi fisik wilayah, serta pesatnya perkembangan kawasan terbangun yang mengurangi daerah resapan air. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kerawanan banjir di Jakarta, mengidentifikasi faktor-faktor dominan yang memengaruhi kerawanan banjir, serta mengklasifikasikan wilayah berdasarkan tingkat kerawanannya. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan enam parameter, yaitu curah hujan, penggunaan lahan, kemiringan lereng, kerapatan drainase, geologi, dan jenis tanah. Pembobotan parameter dilakukan menggunakan AHP, kemudian diintegrasikan dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui metode weighted overlay untuk menghasilkan peta kerawanan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor hidrologi memiliki bobot lebih besar (60%) dibandingkan faktor fisik (40%). Curah hujan merupakan parameter yang paling berpengaruh (36%), diikuti penggunaan lahan (25%), kerapatan drainase (24%), jenis tanah (6%), kemiringan lereng (5%), dan geologi (4%). Peta kerawanan banjir didominasi oleh kelas sedang seluas 329,17 km² (53,57%) dan kelas rawan seluas 233,96 km² (38,08%), dengan wilayah yang tergolong paling rawan terkonsentrasi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Hasil validasi menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan kejadian banjir historis, sehingga peta yang dihasilkan dapat mendukung perencanaan mitigasi dan pengelolaan risiko banjir di Jakarta. | |