| dc.description.abstract | Pengelolaan hutan rakyat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya
kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH). Penelitian ini bertujuan
mendeskripsikan kondisi kelembagaan KTH, menganalisis pengaruh kelembagaan
KTH terhadap pengelolaan hutan rakyat, serta menguji perbedaan pengaruh
tersebut antara kelompok petani gurem (< 0,5 ha) dan non-gurem (= 0,5 ha)
menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS)
dan Multigroup Analysis (MGA). Penelitian dilakukan terhadap 74 anggota KTH
Manggis dan KTH Taruna Tani di Desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang,
Kabupaten Bogor melalui metode sensus. Hasil analisis SEM-PLS menunjukkan
bahwa kelembagaan KTH berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan
hutan rakyat. Hasil MGA menunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh
kelembagaan KTH antara kelompok gurem dan non-gurem, yang menunjukkan
bahwa kelembagaan KTH tetap kuat pada semua kelompok petani, tanpa
memandang luas lahan yang dimiliki. | |