Show simple item record

dc.contributor.advisorIsmayana, Andes
dc.contributor.authorZIDAN, MUHAMMAD ZAHID
dc.date.accessioned2026-08-04T16:40:15Z
dc.date.available2026-08-04T16:40:15Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177141
dc.description.abstractPT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang kehutanan dengan kegiatan usaha pengolahan kayu terpadu dengan hasil produksi berupa kayu lapis. Perusahaan menghadapi permasalahan kualitas pada proses produksi yang ditandai dengan tingginya jumlah produk cacat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab utama cacat serta memberikan usulan perbaikan pengendalian kualitas. Metode pemecahan masalah yang digunakan adalah Six Sigma dengan pendekatan DMAIC. Hasil analisis menunjukkan bahwa cacat kurang sander merupakan jenis cacat dengan jumlah tertinggi yaitu sebesar 72.256 dari total produksi sebesar 3.075.961. Nilai sigma yang diperoleh 3,49 yang menunjukkan kinerja proses masih berada di rata-rata industri. Berdasarkan hasil perhitungan Risk Priority Number, faktor penyebab utama adalah perbedaan densitas kayu, ampelas yang sudah aus, dan kurangnya pemahaman mengenai kualitas produk oleh operator. Usulan perbaikan yang diusulkan meliputi pembuatan instruksi kerja pengelompokan veneer berdasarkan densitas, pembuatan checksheet untuk memantau penggunaan ampelas, pelatihan secara berkala guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai kualitas produk, dan pembuatan A3 report sebagai ringkasan yang diharapkan dapat meningkatkan pengendalian kualitas dan produktivitas perusahaan.
dc.description.abstractPT XYZ is a company operating in the forestry sector with integrated wood processing activities, producing plywood as its main product. The company faces quality problems in its production process, indicated by a high number of defective products. This study aims to identify the main causes of defects and propose quality control improvements. The method used in Six Sigma with the DMAIC approach. The analysis results show that under-sanding is the highest type of defect, amounting to 72.256 units out of a total production of 3.075.961 units. The sigma value obtained is 3,49, indicating that the process performance is still below the industry average. Based on the Risk Priority Number calculation, the main causes of defects are differences in wood density, worn sanding abrasives, and operators’ lack of understanding of production quality standards. Proposed improvement include preparing a Work Instruction for veneer gourping based on density, creating a sanding abrasive usage checksheet, conducting regular operator training, and the preparation of an A3 report as a summary tool to improve quality control and company productivity.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Pengendalian Kualitas Produk Kayu Lapis Menggunakan Pendekatan Six Sigma di PT XYZid
dc.title.alternativeAnalysis of Plywood Product Quality Control Using The Six Sigma Approach at PT XYZ
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordDefectsid
dc.subject.keywordFMEAid
dc.subject.keywordplywoodid
dc.subject.keywordSix Sigmaid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record