Pemulihan Fertilitas dan Keragaan Hibrida Padi Kombinasi Galur Mandul Jantan Sitoplasmik dan Padi Tipe Baru pada Dosis Pupuk Berbeda
Date
2026Author
Mustaina, Nur
Aswidinnoor, Hajrial
Suwarno, Willy Bayuardi
Metadata
Show full item recordAbstract
Perakitan padi hibrida melalui pemanfaatan galur mandul jantan sitoplasmik (CMS) merupakan pendekatan yang banyak digunakan untuk meningkatkan produktivitas padi. Keberhasilan sistem tersebut ditentukan oleh kemampuan galur restorer dalam memulihkan fertilitas. Padi tipe baru (PTB) memiliki karakter agronomis unggul dan potensi hasil yang tinggi, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai galur restorer yang diharapkan tidak hanya dapat memulihkan kesuburan, tetapi juga mewariskan karakter unggul untuk menghasilkan hibrida berdaya hasil tinggi. Selain itu, pengembangan hibrida yang mampu berproduksi dengan baik dalam berbagai kondisi ketersediaan nitrogen menjadi penting untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk serta mendukung budidaya yang berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemulihan fertilitas hibrida hasil persilangan galur CMS dan PTB, serta mengevaluasi keragaan hibrida dan responsnya terhadap kondisi nitrogen yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sawah Baru IPB, Babakan, menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan tiga ulangan. Materi genetik terdiri atas hibrida hasil persilangan empat galur CMS dengan delapan galur PTB, serta menggunakan enam varietas komersial sebagai pembanding.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemulihan fertilitas berbeda antar kombinasi persilangan, dengan 52,94% genotipe tergolong medium fertil dan 47,06% tergolong medium steril. Kombinasi hibrida yang menggunakan sumber sitoplasma berbeda menunjukkan respons restorasi fertilitas yang bervariasi. Analisis ragam gabungan menunjukkan bahwa genotipe (G), lingkungan (E), dan interaksi G × E berpengaruh nyata terhadap sebagian besar karakter yang diamati. Evaluasi indeks toleransi menunjukkan bahwa produktivitas pada kondisi optimum dan nitrogen rendah berkorelasi positif dengan indeks produktivitas rata-rata, produktivitas rata-rata geometris, serta indeks toleransi stres. Genotipe G13 dan G16 menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa varietas pembanding dan setara dengan varietas unggul lainnya. Genotipe G7 memiliki indeks stabilitas hasil tertinggi (0,99), menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan hasil pada kondisi nitrogen rendah. Selain itu, lima genotipe terpilih berdasarkan indeks MGIDI pada lingkungan optimum.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa padi tipe baru berpotensi dimanfaatkan sebagai restorer dalam program perakitan padi hibrida. Beberapa genotipe menghasilkan tingkat pemulihan fertilitas yang cukup baik serta menunjukkan produktivitas tinggi dan adaptasi yang baik pada kondisi nitrogen rendah. Hasil penelitian ini memberikan informasi penting bagi pengembangan padi hibrida yang lebih efisien dalam penggunaan nitrogen dan berpotensi mendukung sistem budidaya padi yang lebih berkelanjutan.
Collections
- MF - Agriculture [4087]

