| dc.description.abstract | Kawasan konservasi dan masyarakat membentuk sistem sosial-ekologis yang membutuhkan interaksi positif antara kawasan dan lingkungan sekitarnya. Melalui sistem tersebut, sekolah berperan strategis dalam mengenalkan konservasi sekaligus membentuk siswa yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Penelitian ini bertujuan merumuskan model penerapan pendidikan konservasi di sekolah dasar sekitar kawasan konservasi di Desa Wirajaya, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan di SDN Cigelung, SDN Curug 03, dan SDN Curug 05 dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan guru, kepala sekolah, pengelola kawasan konservasi, dinas pendidikan, dan tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, analisis kurikulum dan kebijakan, serta kuesioner persepsi-preferensi, kemudian dianalisis melalui analisis deskriptif kualitatif, analisis konten, analisis jaringan kerja sama, dan sintesis model berbasis sistem. Pengetahuan guru dan siswa masih terbatas pada pemahaman lingkungan yang bersifat umum, belum spesifik pada kondisi lingkungan lokal yang ada di sekitar sekolah. Selain itu, pengelola kawasan konservasi juga belum berinteraksi secara intensif dengan sekolah, sehingga kawasan konservasi belum dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam pendidikan konservasi. Model penerapan pendidikan konservasi yang terdiri atas tiga subsistem yang saling terhubung, yaitu kebijakan, pengelolaan kawasan konservasi, dan sekolah. Model ini bersifat adaptif dan dapat diterapkan pada berbagai sekolah di sekitar kawasan konservasi dengan menyesuaikan karakteristik wilayah, jenis kawasan, keanekaragaman hayati, kondisi sekolah, dan aktor yang terlibat. | |