| dc.description.abstract | DINA ZUHDINA RAHMAN. Karakteristik Morfometri Jantung Kucing Domestic Shorthair di Indonesia Berdasarkan Pemeriksaan Ekokardiografi dan Radiografi Toraks. Dibimbing oleh DENI NOVIANA dan LENI MAYLINA.
Penyakit jantung merupakan salah satu gangguan kardiovaskular yang sering ditemukan pada kucing dan dapat menyebabkan perubahan morfometri jantung, termasuk pembesaran atrium kiri. Interpretasi hasil pemeriksaan jantung yang akurat memerlukan data referensi morfometri jantung pada kucing sehat, terutama berdasarkan faktor biologis seperti jenis kelamin dan berat badan.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh jenis kelamin dan berat badan terhadap morfometri jantung dan atrium kiri pada kucing Domestic Shorthair (DSH) sehat di Indonesia menggunakan pemeriksaan ekokardiografi dan radiografi toraks. Sebanyak 20 ekor kucing DSH sehat berumur 1–5 tahun dengan berat badan 2–6,1 kg digunakan dalam penelitian ini. Pemeriksaan ekokardiografi B-mode dilakukan untuk mengukur parameter struktur dan fungsi jantung yang meliputi interventricular septum systole (IVSs), left ventricular internal diameter systole (LVIDs), left ventricular posterior wall systole (LVPWs), end-systolic volume (ESV), interventricular septum diastole (IVSd), left ventricular internal diameter diastole (LVIDd), left ventricular posterior wall diastole (LVPWd), end-diastolic volume (EDV), stroke volume (SV), ejection fraction (EF), fractional shortening (FS), serta rasio atrium kiri terhadap aorta (LA:Ao). Pemeriksaan radiografi toraks dilakukan menggunakan metode left atrial vertebral heart scale (LA-VHS). Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, Levene, independent t-test, Welch t-test, dan Mann–Whitney U test pada tingkat kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin, parameter LVIDd, EDV, dan SV berbeda signifikan (p<0,05), dengan nilai yang lebih tinggi pada kelompok kucing jantan dibandingkan betina. Berdasarkan kelompok berat badan, hanya parameter LVPWd yang menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05), sedangkan parameter lainnya tidak berbeda nyata. Nilai rasio LA:Ao dan LA-VHS tidak menunjukkan perbedaan signifikan baik berdasarkan jenis kelamin maupun berat badan (p>0,05).
Disimpulkan bahwa jenis kelamin memengaruhi beberapa parameter volumetrik ventrikel kiri, sedangkan berat badan hanya memengaruhi ketebalan dinding posterior ventrikel kiri pada fase diastol. Ukuran atrium kiri yang diukur menggunakan metode LA:Ao dan LA-VHS tidak dipengaruhi secara signifikan oleh jenis kelamin maupun berat badan pada kucing DSH sehat. | |