ERENCANAAN SKENARIO DAN STRATEGI KEBIJAKAN DISTRIBUSI GURU DALAM PENINGKATAN MUTU MADRASAH
Date
2026Author
Pradita, Ajang
Ma'arif, Mohamad Syamsul
Hidayatulloh, Furqon Syarief
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketimpangan mutu pendidikan madrasah, khususnya Madrasah Aliyah (MA), di wilayah Jabodetabek. Ketimpangan tersebut tercermin dari dominasi status akreditasi B dan C pada sebagian besar madrasah, rendahnya capaian kompetensi guru berdasarkan hasil Uji Kompetensi Guru (UKG), serta belum terpenuhinya standar rasio ideal antara guru dan peserta didik di sejumlah wilayah. Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan madrasah belum berlangsung secara merata dan berkelanjutan, meskipun secara normatif pemerintah telah menetapkan berbagai kebijakan strategis dalam rangka mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Salah satu faktor krusial yang berkontribusi terhadap ketimpangan mutu madrasah adalah persoalan manajemen distribusi guru.
Distribusi tenaga pendidik di madrasah masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti ketidakseimbangan sebaran guru antara madrasah negeri dan swasta, dominasi guru berstatus ASN di madrasah negeri, serta tingginya ketergantungan madrasah swasta terhadap guru non-ASN. Selain itu, fenomena mismatch antara latar belakang pendidikan guru dengan mata pelajaran yang diampu masih relatif tinggi, yang berdampak pada efektivitas pembelajaran dan pencapaian mutu pendidikan. Ketimpangan rasio guru dan peserta didik pada beberapa jenjang dan wilayah juga menambah kompleksitas permasalahan pengelolaan sumber daya manusia pendidik di madrasah.
Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Menganalisis pengaruh manajemen distribusi guru dalam peningkatan mutu madrasah aliyah di Jabodetabek; (2) Menyusun perencanaan skenario untuk merumuskan strategi kebijakan distribusi guru dalam upaya peningkatan mutu madrasah aliyah di Jabodetabek. Objek penelitian ini dibatasi pada kajian mengenai manajemen distribusi guru dan mutu madrasah dengan fokus pada satuan pendidikan Madrasah Aliyah (MA) pada wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen distribusi guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan mutu Madrasah Aliyah di wilayah Jabodetabek. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan distribusi guru yang dilakukan secara terencana, sistematis, dan berbasis kebutuhan mampu mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan di madrasah. Pengaruh tersebut tercermin dari indikator-indikator utama yang meliputi kualifikasi guru, penempatan dan pemerataan, proses rekrutmen dan seleksi, pengembangan dan pembinaan, serta dukungan regulasi. Kelima indikator tersebut berkontribusi dalam membentuk sistem distribusi guru yang efektif dan berkelanjutan, sehingga kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara proporsional sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing madrasah, serta mendukung optimalisasi proses pembelajaran.
Strategi kebijakan distribusi guru yang paling tepat untuk meningkatkan mutu Madrasah Aliyah di wilayah Jabodetabek adalah strategi transformatif (transformative strategy) yang berbasis pendekatan skenario TAIDA. Hasil analisis skenario menggunakan pendekatan TAIDA, strategi kebijakan yang dipilih adalah Skenario IV (Transformative Strategy). Strategi ini menekankan perlunya reformasi sistem Education Management Information System - Guru dan Tenaga Kependidikan (EMIS - GTK) berbasis data real-time (Perencanaan, Ketersediaan, Rekruitmen dan Seleksi, Penempatan dan Pemerataan, Pengembangan dan Pembinaan) sebagai system pengambilan keputusan. Pengembangan dan pembinaan guru secara massif dan berkelanjutan berbasis kebutuhan kompetensi (diklat, pelatihan, MOOC). Evaluasi dan penguatan implementasi regulasi distribusi guru untuk mendukung pemerataan guru dan peningkatan mutu madrasah. Penempatan dan pemerataan guru berbasis data EMIS GTK secara otomatis, lintas madrasah dan status sesuai kebutuhan dan fleksibel.
Collections
- MF - Economic and Management [3275]

