Show simple item record

dc.contributor.advisorMulyati, Heti
dc.contributor.advisorSlamet, Alim Setiawan
dc.contributor.authorTafani, Elmaiza Hariana
dc.date.accessioned2026-08-03T13:35:56Z
dc.date.available2026-08-03T13:35:56Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176921
dc.description.abstractPenerapan tata kelola di Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) tidak hanya berpengaruh pada aspek manajerial universitas secara umum, tetapi juga berdampak terhadap pengelolaan fasilitas pendidikan, termasuk laboratorium pendidikan. Laboratorium pendidikan memiliki peran strategis sebagai pelaksana kegiatan praktikum dan penelitian oleh mahasiswa, dosen, teknisi, dan laboran. PTN BH sebagai institusi yang menerapkan otonomi pengelolaan secara mandiri, dituntut untuk menerapkan tata kelola dan manajemen risiko laboratorium secara efektif dan terintegrasi guna menjamin keselamatan seluruh sivitas akademika. Laboratorium kimia merupakan laboratorium yang menggunakan bahan kimia secara intensif saat melakukan penelitian dan praktikum. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kategori risiko, menganalisis penilaian risiko, dan menganalisis strategi mitigasi laboratorium pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri XYZ. Metode pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner dan wawancara langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari Kantor Manajemen Risiko PTN XYZ dan studi literatur. Penelitian ini menerapkan pendekatan studi kasus mendalam (qualitative case study) untuk mengeksplorasi bahaya dari seluruh aktivitas laboratorium PTN XYZ. Populasi objek penelitian ini adalah laboratorium pendidikan sebanyak 385 laboratorium dengan jumlah sampel 17 laboratorium pendidikan. Penentuan sampel laboratorium berdasarkan kategori laboratorium, tipe laboratorium, laboratorium yang menggunakan bahan kimia, dan laboratorium yang tidak mempunyai sertifikasi dan sertifikat kompetensi lainnya. Metode penentuan responden menggunakan purposive sampling. Kriteria yaitu terlibat langsung dalam aktivitas di laboratorium, terdiri dari pranata laboratorium, teknisi laboratorium, dan dosen sebanyak 23 orang. Metode analisis data adalah analisis deskriptif untuk mengategorikan risiko, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk menilai risiko, dan Hierarchy of Controls berlandaskan ISO 45001:2018 untuk memitigasi risiko laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian risiko laboratorium dibagi ke dalam empat kategori risiko: 9 potensi risiko yang memengaruhi manusia, lingkungan, dan alat-alat laboratorium; 7 risiko terkait penggunaan bahan kimia; 4 risiko terkait dengan penggunaan peralatan laboratorium; dan 9 risiko terkait prosedur keamanan dan keselamatan. Mitigasi risiko dilakukan untuk risiko dengan Risk Priority Number (RPN) tertinggi, yaitu risiko terkena retakan atau pecahan alat kaca, risiko laboratorium tidak menyediakan fasilitas darurat pencuci mata atau shower keselamatan, risiko peralatan rusak tidak segera diganti, dan risiko jalur evakuasi tidak tersedia. Mitigasi yang dilakukan adalah menghilangkan penggunaan alat kaca yang tidak diperlukan, menghilangkan penggunaan bahan kimia berbahaya tinggi, menghentikan penggunaan alat yang rusak, dan mengubah tata letak laboratorium agar menyediakan akses keluar langsung ke titik kumpul.
dc.description.sponsorship-
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleTesis a.n Elmaiza Hariana Tafani (H2501222047)id
dc.title.alternativeAnalisis Manajemen Risiko Laboratorium Pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri XYZ
dc.typeTesis
dc.subject.keywordFMEAid
dc.subject.keywordlaboratoriumid
dc.subject.keywordPTN BHid
dc.subject.keywordrisikoid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record