| dc.description.abstract | Produksi benih hibrida cabai memerlukan proses emaskulasi atau penghilangan organ reproduksi jantan sehingga membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang lebih banyak. Tanaman cabai dengan sifat mandul jantan sitoplasmik (CMS) akan menghasilkan keturunan 100% mandul jantan sehingga tidak memerlukan proses emaskulasi manual. Hal tersebut sangat diminati oleh produsen benih karena dapat meningkatkan efisiensi kerja dan dapat meningkatkan kemurnian genetik benih. Indonesia memiliki varietas cabai hibrida komersial yang cukup besar dan dapat dijadikan sebagai alternatif sumber genetik CMS. Meskipun sumber daya genetik CMS tersedia di World Vegetable Center (AVRDC), pemanfaatan varietas hibrida komersial sebagai sumber CMS lebih mudah dilakukan karena benihnya tersedia secara luas di dalam negeri. Eksplorasi CMS melalui varietas hibrida komersial merupakan strategi yang efisien untuk mengidentifikasi galur CMS, maintainer, dan restorer tanpa bergantung pada sumber genetik CMS dari lembaga internasional. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis varietas cabai hibrida komersial yang membawa gen CMS dan galur cabai IPB yang berpotensi sebagai maintainer, (2) memperoleh informasi karakter bunga yang terkait dengan sifat mandul jantan pada cabai sebagai penciri utama dalam indikator seleksi dini tanaman CMS, (3) menganalisis varietas hibrida komersial yang membawa gen CMS stabil, dan (4) menganalisis genotipe tetua testcross yang berpotensi sebagai kandidat galur restorer dengan performa agronomi yang unggul. Metode penelitian terdiri atas: (1) testcross antara varietas hibrida komersial dengan galur maintainer dan selfing hibrida komersial, (2) backcross antara galur CMS dengan galur maintainer, dan (3) testcross antara galur non-CMS dengan galur maintainer. Penelitian ini melaporkan bahwa: (1) hibrida cabai IPB432, IPB433, IPB434, IPB435, IPB436, IPB437, IPB439, dan IPB440 diduga membawa gen CMS berdasarkan rasio hasil testcross 1:1 dan selfing 3:1, (2) galur cabai IPB379 berpotensi sebagai galur maintainer karena mampu menghasilkan rasio testcross 1:1 pada delapan hibrida uji, (3) tanaman cabai CMS memiliki panjang dan lebar kepala sari yang lebih kecil daripada tanaman cabai fertil akibat tidak adanya serbuk sari, (4) Hibrida cabai IPB432 dan IPB436 diduga membawa gen CMS yang stabil karena menghasilkan rasio backcross yang 100% steril, dan (5) genotipe cabai F2-IPB439 (28) berpotensi sebagai galur restorer yang unggul karena menghasilkan keturunan 100% fertil serta memiliki performa agronomi lebih baik dibandingkan kandidat galur restorer lainnya. | |