Pengujian dan Analisis Sistem Backend untuk Menilai Kinerja, Skalabilitas, Keamanan, dan Keandalan BHS Gym App Berbasis RESTful API
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
SAPUTRA, MUHAMMAD RENALDI
Neyman, Shelvie Nidya
Metadata
Show full item recordAbstract
BHS Gym App dikembangkan untuk mendukung pengelolaan fasilitas olahraga, tetapi sistem backend belum pernah dievaluasi secara menyeluruh. Penelitian ini mengevaluasi kinerja, skalabilitas, keamanan, dan keandalan backend berbasis RESTful API menggunakan pendekatan Software Testing Life Cycle (STLC). Pengujian kinerja dilakukan dengan k6 pada skenario Rush Hour Booking (S1), Mass Booking Cancel (S2), dan Register New Account (S3); pengujian keamanan menggunakan OWASP ZAP; serta observabilitas server melalui Glances dan Grafana. Hasil menunjukkan SLA hanya terpenuhi pada sebagian beban rendah S2 dan S3, sedangkan S1 gagal sejak 50 VU. P95 meningkat nonlinier, terutama pada endpoint yang melibatkan bcryptjs dan operasi tulis basis data. Pada level Stress, S1 menghasilkan error overall 9,71%, sedangkan S2 dan S3 mengalami kegagalan akibat latensi hingga 27.220 ms dan 19.800 ms meskipun error rate 0,00%. Rata-rata CPU tidak melampaui 64%, meskipun nilai puncak pada skenario S1 mencapai sekitar 80%, sehingga bottleneck diindikasikan berada pada lapisan aplikasi dan I/O basis data. Pengujian keamanan mengidentifikasi 15 temuan keamanan, dua di antaranya diklasifikasikan sebagai risiko tinggi. Sistem belum memenuhi kriteria kualitas dan memerlukan perbaikan kinerja serta keamanan. The BHS Gym App was developed to support sports facility management, but its backend had not been comprehensively evaluated. This study assessed the performance, scalability, security, and reliability of the RESTful API-based backend using the Software Testing Life Cycle (STLC). Performance testing used k6 on Rush Hour Booking (S1), Mass Booking Cancel (S2), and Register New Account (S3); security testing used OWASP ZAP; and server observability used Glances and Grafana. The SLA was met only under selected low-load conditions in S2 and S3, whereas S1 failed from 50 VUs. P95 increased non-linearly, particularly on endpoints involving bcryptjs and database write operations. At Stress level, S1 produced a 9.71% overall error rate, while S2 and S3 experienced failure by latency of 27,220 ms and 19,800 ms despite 0.00% error rates. Average CPU utilization did not exceed 64%, although peaks reached around 80%, indicating bottlenecks in the application layer and database I/O. The security testing identified 15 security findings, two of which were classified as high-risk. Therefore, the system requires performance and security improvements.

