Penentuan Tingkat Diskon Online Travel Agent pada Hotel dengan Simulasi Monte Carlo ( Studi Kasus : Clay Hotel Jakarta )
Abstract
FAJAR ADITYA PRATAMA. Penentuan Tingkat diskon Online Travel Agent
pada Hotel dengan Simulasi Monte Carlo ( Studi Kasus : Clay Hotel Jakarta ).
Dibimbing oleh D. IWAN RISWANDI.
Tingkat hunian hotel bintang tiga di Jakarta, termasuk Clay Hotel, rendah saat low
season. Penetapan diskon di Online Travel Agent (OTA) seringkali berdasarkan
perkiraan, sehingga kurang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis
pendekatan aplikatif penentuan diskon, membandingkan okupansi aktual dengan
proyeksi maksimum Simulasi Monte Carlo, dan menerapkan tingkat diskon yang
memaksimalkan okupansi tanpa merugikan operasional. Metode analisis meliputi
regresi log-log untuk elastisitas harga dan simulasi Monte Carlo 1.000 iterasi pada
empat skenario diskon. Hasilnya, elastisitas permintaan -1,603 (R²=10,9%)
menandakan dominasi faktor non-harga. Diskon 15% adalah tingkat optimal,
meningkatkan rata-rata okupansi menjadi 50% dan pendapatan hingga Rp2,88
miliar, sementara diskon lebih tinggi justru menurunkannya. Oleh karena itu, hotel
perlu menyeimbangkan diskon dengan peningkatan layanan dan pemasaran digital.
Kata kunci: diskon, elastisitas harga, okupansi hotel, Online Travel Agent, simulasi
Monte Carlo FAJAR ADITYA PRATAMA. Determining Online Travel Agent Tingkat diskons
for Hotels Using Monte Carlo Simulation (Case Study: Clay Hotel Jakarta).
Supervised by D. IWAN RISWANDI.
The occupancy rates of three-star hotels in Jakarta, including Clay Hotel, are notably
low during the low season. Determining Tingkat diskons through Online Travel
Agents (OTAs) is often based on estimates, making it suboptimal for maximizing
both occupancy and revenue. This study aims to analyze an applicable approach for
setting Tingkat diskons, compare actual occupancy with maximum occupancy
projections from a Monte Carlo Simulation, and implement a rational Tingkat
diskon that maximizes occupancy without causing operational losses. The analysis
employed log-log regression to estimate price elasticity and a Monte Carlo
simulation with 1,000 iterations across four discount scenarios. The results revealed
a price elasticity of demand of -1.603 with an R² of 10.9%, indicating that non-price
factors are more influential on demand. The simulation showed that a 15% discount
is the most optimal, raising the average occupancy rate to 50% and revenue to IDR
2.88 billion. Conversely, higher discounts led to a decline in revenue. Therefore, in
addition to applying a 15% discount, the hotel needs to enhance service quality and
digital marketing to optimize occupancy.
Keywords: discount, hotel occupancy, Monte Carlo simulation, Online Travel
Agent, price elasticity
Collections
- UF - Accounting [599]

