Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Piper betle L. terhadap Daya Tetas Telur Ikan Mas Koki Carassius auratus
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
WIBISONO, BAGAS
Budiardi, Tatag
Indriastuti, Cecilia Eny
Metadata
Show full item recordAbstract
BAGAS WIBISONO. Efektivitas Ekstrak Daun Sirih Piper betle L. terhadap Daya Tetas Telur Ikan Mas Koki Carassius auratus. Dibimbing oleh TATAG BUDIARDI dan CECILIA ENY INDRIASTUTI. Masalah pembenihan ikan mas koki Carassius auratus antara lain rendahnya daya tetas telur akibat serangan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan daya tetas dalam pembenihan ikan mas koki dengan ekstrak daun sirih Piper betle L. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Kontrol/tanpa ekstrak (K), 0,75 g L-1 (E1), 1 g L-1 (E2), dan 1,25 g L-1 (E3). Perendaman ekstrak dilakukan selama 20 menit kemudian dipindahkan ke akuarium percobaan, setiap unit menggunakan 50 butir telur. Parameter yang diamati adalah daya tetas telur, tingkat kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan panjang mutlak. Hasil penelitian menunjukkan pada daya tetas pada perlakuan E3 sebesar 86±0,02%, tingkat kelangsungan hidup pada perlakuan E3 sebesar 84±0,01%, laju pertumbuhan mengasilkan nilai yang sama sebesar 0,08 pada perlakuan E1, E2, E3. Perlakuan paling baik menurut data statistik dan analisis paling menguntungkan yang menghasilkan keuntungan sebesar Rp8.653.568 dan Payback Period tercepat selama 1,50 tahun. Issues in goldfish Carassius auratus hatchery operations include low egg hatchability caused by fungal infections. This study aimed to improve hatchability in goldfish breeding using betel leaf Piper betle L. extract. A Completely Randomized Design (CRD) was employed, featuring four treatments and three replicates: a control/no-extract group (K), and concentrations of 0,75 g L?¹ (E1), 1 g L?¹ (E2), and 1,25 g L?¹ (E3). Eggs were soaked in the extract for 20 minutes before being transferred to experimental aquaria, with 50 eggs used per unit. Observed parameters included egg hatchability, survival rate, and absolute length growth rate. Results showed hatchability of 86±0,02% and a survival rate of 84±0,01% for treatment E3, while the growth rate yielded an identical value of 0,08 across treatments E1, E2, and E3. Based on statistical data and economic analysis, the best treatment was E3, which generated a profit of Rp8.653.568 and achieved the fastest payback period of 1,50.

