Uji Toksisitas Akut Kombinasi Infusa Bunga Telang dan Lidah Buaya pada Mencit Betina
Abstract
Bunga telang (Clitoria ternatea) serta lidah buaya (Aloe vera) dikenal karena
aktivitas farmakologisnya sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Tetapi, aspek
keamanan penggunaan kombinasi keduanya perlu dipastikan melalui uji toksisitas
akut. Penelitian ini bertujuan menilai keamanan kombinasi infusa bunga telang dan
lidah buaya dengan rasio 1:1 serta menentukan nilai Lethal Dose 50 (LD50) pada
mencit betina. Sebanyak 20 ekor mencit betina galur ddY dibagi menjadi lima
kelompok. Kelompok 1 sebagai kontrol negatif (akuades), sedangkan kelompok 2,
3, 4, dan 5 diberikan kombinasi infusa dengan dosis masing-masing 1, 5, 10, dan 15
g/kg BB secara peroral. Pengamatan dilakukan selama 14 hari meliputi mortalitas,
gejala klinis, respons fisiologis, bobot badan, serta makroanatomi organ. Hasil
menunjukkan tidak ada mortalitas maupun gejala toksisitas signifikan pada seluruh
kelompok perlakuan hingga dosis tertinggi. Analisis statistik menunjukkan tidak
ada perbedaan nyata (p>0,05) pada bobot badan, respons fisiologis, serta bobot
absolut dan relatif organ vital dibandingkan kelompok kontrol. Pengamatan
makroanatomi juga menunjukkan organ dengan ketampakan normal. Kesimpulan
penelitian ini adalah kombinasi infusa bunga telang dan lidah buaya dikategorikan
sebagai bahan yang praktis tidak toksik dengan nilai LD50>15 g/kg BB. Butterfly pea flower (Clitoria ternatea) and aloe vera (Aloe vera) are known for their
pharmacological activities as antioxidants and anti-inflammatory agents. However, the
safety of their combined use needs to be confirmed through acute toxicity testing. This
study aimed to assess the safety and determine the LD50 value of a 1:1 combination
infusion of butterfly pea flower and aloe vera in female mice. Twenty female ddY mice
were divided into five groups. Group 1 served as the negative control (distilled water),
while groups 2, 3, 4, and 5 received oral doses of 1, 5, 10, and 15 g/kg BW, respectively.
Observations were conducted for 14 days, including mortality, clinical signs,
physiological responses, body weight, and organ macroanatomy. The results showed
no mortality or significant toxic symptoms in all treatment groups up to the highest dose.
Statistical analysis indicated no significant differences (p>0,05) in body weight,
physiological responses, or absolute and relative organ weights compared to the control
group. Gross anatomy observations also showed normal organ appearance. Therefore,
the combination infusion is categorized as practically non-toxic with an LD50 value >15
g/kg BW.

