| dc.description.abstract | Kayu jati (Tectona grandis L.f.) merupakan bahan baku furnitur yang memiliki sifat unggul. Penelitian ini bertujuan menganalisis sifat anatomi, fisis, mekanis, dan keawetan alami tiga kelas mutu kayu jati, yaitu jati hara, jati industri, dan jati lokal. Pengujian anatomi menunjukkan bahwa ketiganya memiliki lingkaran tumbuh jelas, serat lurus, pori tata lingkar, tilosis, jari-jari sempit hingga sedang, serta parenkim marjinal. Perbedaan anatomi terutama terlihat pada ukuran dan jumlah pori, kerapatan serat, serta kejelasan jari-jari kayu. Hasil sifat fisis menunjukkan bahwa kadar air berkisar antara 15,50–17,15%, kerapatan 0,571–0,663 g/cm³, dan berat jenis 0,603–0,710, yang seluruhnya termasuk kelas kuat II menurut Peraturan Kontruksi Kayu Indonesia 1961. Nilai Modulus of Elasticity dan Modulus of Rupture tertinggi pada jati industri, masing-masing sebesar 117.811,92 kg/cm² dan 1071,57 kg/cm², sedangkan kuat tekan sejajar serat tertinggi pada jati hara sebesar 487,65 kg/cm². Nilai kuat tekan tegak lurus serat dan kekerasan tertinggi pada jati industri, masing-masing sebesar 236,84 kg/cm² dan 481,12 kg/cm². Hasil uji kubur menunjukkan bahwa kehilangan berat kayu jati sangat rendah berkisar antara 1,18–1,31% dan nilai kerusakannya adalah nilai 10 (tidak rusak). | |