Show simple item record

dc.contributor.advisorPriyambodo, Swastiko
dc.contributor.advisorAnwar, Ruly
dc.contributor.authorMadani, Humairah
dc.date.accessioned2026-07-31T00:27:52Z
dc.date.available2026-07-31T00:27:52Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176602
dc.description.abstractTanaman yang dibudidayakan khususnya tanaman padi selalu terganggu oleh hama dan penyakit tanaman. Salah satu hama yang berpotensi menurunkan produski padi adalah burung pemakan padi. Di Indonesia terdapat sekitar 1.598 jenis burung atau setara dengan 17% dari total jenis burung di dunia. Serangan burung tersebut dapat mengakibatkan kehilangan produktivitas tanaman padi sekitar 20-50%. Ekstrak bawang putih dan cabai rawit dilaporkan dapat digunakan sebagai repelen untuk mengendalikan hama pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih dan cabai rawit terhadap hama burung. Variable yang diamati adalah populasi dan jenis burung yang terdapat di lahan padi, dan potensi kerugian akibat kerusakan burung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan emat perlakuan dan enam blok. Analisis data dilakukan dengan menggunakan ANOVA dan nilai rerata dilakukan dengan uji Tukey pada taraf 5%. Beberapa faktor yang menentukan kehadiran burung pemakan padi ialah teknik pengendalian yang dilakukan oleh petani kurang mampu dalam menghalau burung pemakan padi, serta terdapatnya beberapa inang alternatif disekitar lahan persawahan yang dapat menjadi opsi burung pemakan padi untuk datang. Jenis burung pemakan padi yang banyak menyerang lahan persawahan ialah burung bondol haji dan burung bondol jawa. Pada pengendalian menggunakan ekstrak repelen tanaman mampu menekan kehadiran burung pemakan padi yakni pada perlakuan ekstrak bawang putih yang sangat berbeda signifikan dengan kontrol, kemudian diikuti oleh ekstrak cabai rawit dan kombinasi antara ekstrak cabai rawit dan bawang putih. Namun, dari faktor biaya pengendalian penggunaan ekstrak bawang putih dan cabai rawit kurang efisien digunakan untuk lahan yang luas, hal ini dikarenakan jadwal pengaplikasian yang rutin sehingga kebutuhan bahan baku yang besar pula membuat biaya pengendalian tidak lebih sedikit dibandingkan dengan pendapatan petani setelah pengaplikasian. Sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan formulasi ekstrak repelen bawang putih dan cabai rawit yang lebih mudah dijangkau.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleEkstrak Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dan Bawang Putih (Allium sativum L.) sebagai Repelen pada Hama Burung Pemakan Padi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatanid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordBurung pemakan padiid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record