Kreativitas Jurnalistik Isu Lingkungan pada Konten Reels Instagram Forest Watch Indonesia.
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kreativitas jurnalistik Forest
Watch Indonesia (FWI) dalam mentransformasikan data kehutanan yang kompleks menjadi narasi storytelling pada Reels Instagram. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi non-partisipan terhadap tiga konten Reels, wawancara semi-terstruktur dengan tim produksi, dan studi pustaka. Analisis dilakukan menggunakan kerangka S-DIKW. Hasil penelitian menunjukkan FWI mengolah data mentah menjadi informasi kontekstual, kemudian memadukannya dengan elemen visual dan audio untuk mendorong partisipasi publik. Strategi yang diterapkan meliputi simplifikasi bahasa, penggunaan analogi spasial, dramatisasi naratif, dan optimalisasi durasi singkat. Penelitian ini menunjukkan bahwa kreativitas jurnalistik berperan dalam menjembatani kesenjangan antara data ilmiah dan literasi digital. This study aims to analyze the journalistic creativity strategy of Forest
Watch Indonesia (FWI) in transforming complex forestry data into storytelling
narratives on the social media platform Reels Instagram. Data complexity triggers
a knowledge gap, prompting Forest Watch Indonesia to apply an audio-visual
approach to simplify environmental issues without compromising factual accuracy.
Utilizing a descriptive qualitative method, data collection was conducted through
non-participant observation of three Reels contents, semi-structured interviews with
the production team, and a literature review. A comprehensive analysis was
performed using the S-DIKW evaluation framework. The results indicate that
Forest Watch Indonesia successfully processes raw data (S-Data) into contextual
information (S-Information), which is then integrated with visual and audio
elements (S-Knowledge) to foster public participation (S-Wisdom). These
creativity strategies include language simplification, the use of spatial analogies,
narrative dramatization, and the optimization of short-duration constraints. In
conclusion, Forest Watch Indonesia 's journalistic creativity effectively bridges the
gap between scientific data and digital literacy.

