| dc.contributor.advisor | Yusalina | |
| dc.contributor.author | ANDRIANA, AMANDA | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-30T07:41:19Z | |
| dc.date.available | 2026-07-30T07:41:19Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176548 | |
| dc.description.abstract | Indonesia merupakan negara dengan risiko tinggi terhadap gempa bumi dan
tsunami, sehingga komunikasi risiko bencana yang efektif sangat diperlukan untuk
meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat. BMKG sebagai lembaga
penyedia informasi kebencanaan memanfaatkan video animasi sebagai media
edukasi yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis proses diseminasi serta penyajian pesan komunikasi risiko
dalam video animasi BMKG. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif
melalui wawancara mendalam dengan pihak BMKG dan masyarakat, serta
dianalisis menggunakan teori komunikasi risiko Covello dan Sandman (2001) dan
model diseminasi Ordóñez dan Serrat (2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa
video animasi BMKG efektif mengintegrasikan elemen sumber, konten, konteks,
saluran, dan pengguna melalui bahasa yang sederhana dan pendekatan berorientasi
solusi, sehingga meningkatkan pemahaman dan kepercayaan masyarakat.
Meskipun mampu menyeimbangkan penyampaian informasi bahaya dan respons
emosional publik, evaluasi terhadap perubahan perilaku jangka panjang masih perlu
diperkuat. | |
| dc.description.abstract | Indonesia is highly prone to earthquakes and tsunamis, making effective
disaster risk communication essential to enhance public understanding and
preparedness. As the institution responsible for disseminating disaster-related
information, BMKG utilizes animated videos as an accessible educational medium
for diverse audiences. This study aims to analyze the dissemination process and the
presentation of risk communication messages in BMKG’s animated videos. Using
a descriptive qualitative method, data were collected through in-depth interviews
with BMKG representatives and members of the public, and analyzed using
Covello and Sandman’s (2001) risk communication theory and Ordóñez and
Serrat’s (2017) dissemination model. The findings indicate that BMKG’s animated
videos effectively integrate elements of source, content, context, channel, and user
through simple, solution-oriented messaging, thereby enhancing public
understanding and trust. Although the videos are able to balance hazard information
with public emotional responses, evaluation of long-term behavioral change
remains limited. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Diseminasi Informasi Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Berbasis Komunikasi Risiko Melalui Video Animasi BMKG | id |
| dc.title.alternative | Dissemination of Earthquake and Tsunami Mitigation Information Based on Risk Communication Through BMKG Animated Videos | |
| dc.type | Tugas Akhir | |
| dc.subject.keyword | BMKG | id |
| dc.subject.keyword | information dissemination | id |
| dc.subject.keyword | risk communication | id |
| dc.subject.keyword | disaster mitigation | id |
| dc.subject.keyword | animated video | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |