Show simple item record

dc.contributor.advisorTrison, Soni
dc.contributor.authorNasrullah, Zildjan
dc.date.accessioned2026-07-30T06:16:27Z
dc.date.available2026-07-30T06:16:27Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176512
dc.description.abstractPenelitian ini dilatarbelakangi oleh stagnasi kelembagaan pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Agatis Jaya meskipun telah memiliki akses legal pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm). Penelitian bertujuan menganalisis tingkat modal sosial, menguji hubungannya dengan keberlanjutan kelembagaan, serta merumuskan strategi penguatan. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan sensus terhadap 30 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, wawancara mendalam, dan FGD, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berada pada kategori tinggi hingga cukup tinggi, dengan dimensi kepercayaan sebagai komponen paling dominan. Kepercayaan (rs = 0,580; p < 0,001), norma sosial (rs = 0,486; p = 0,006), dan jaringan sosial (rs = 0,469; p = 0,009) berhubungan positif dan signifikan dengan keberlanjutan kelembagaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi ketiga dimensi modal sosial berkaitan positif dengan keberlanjutan kelembagaan. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan perlu difokuskan pada peningkatan tata kelola, penguatan jaringan kemitraan, dan kapasitas adaptasi kelompok.
dc.description.abstractThis study is motivated by institutional stagnation in the Agatis Jaya Forest Farmers Group (KTH) even though it has legal access to Community Forest Management (HKm). The study aimed to analyze the level of social capital, examine its relationship with institutional sustainability, and formulate strengthening strategies. This study used a mixed-methods approach with a census of 30 respondents. Data were collected through Likert scale questionnaires, in-depth interviews, and FGDs, then analyzed using Spearman Rank correlation. The results of the study show that social capital is in the high and moderately high categories, with the trust dimension as the most dominant component. Trust (rs = 0.580; p < 0.001), social norms (rs = 0.486; p = 0.006), and social networks (rs = 0.469; p = 0.009) were positively and significantly related to institutional sustainability. These findings indicate that the integration of the three dimensions of social capital is positively related to institutional sustainability. Therefore, institutional strengthening needs to be focused on improving governance, strengthening partnership networks, and group adaptation capacity.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePeran Modal Sosial terhadap Keberlanjutan Kelembagaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) pada KTH Agatis Jaya, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengahid
dc.title.alternativeThe Role of Social Capital in the Institutional Sustainability of Community Forestry (HKm) at Agatis Jaya Forest Farmer Group, Parigi Moutong Regency, Central Sulawesi
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordhutan kemasyarakatanid
dc.subject.keywordkeberlanjutan kelembagaanid
dc.subject.keywordmodal sosialid
dc.subject.keywordpengelolaan hutan kemasyarakatanid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record