Show simple item record

dc.contributor.advisorKusmana, Cecep
dc.contributor.authorSari, Putri
dc.date.accessioned2026-07-29T23:43:38Z
dc.date.available2026-07-29T23:43:38Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176432
dc.description.abstractProvinsi Riau memiliki kawasan mangrove terluas di Sumatra, namun ekosistemnya tertekanan abrasi pantai yang memengaruhi komposisi tegakan mangrove. Penelitian ini bertujuan menganalisis komposisi jenis, strukur tegakan, kandungan biomassa di atas permukaan tanah, cadangan karbon, dan serapan CO2 hutan mangrove Sungai Bersejarah, Riau. Metode analisis vegetasi menggunakan plot contoh lingkaran tersarang. Data diameter dan tinggi pohon dianalisis menggunakan persamaan alometrik untuk menghitung biomassa, yang kemudian dikonversi menjadi nilai cadangan karbon dan serapan CO2. Hasil analisis vegetasi ditemukan 12 jenis mangrove pada tingkat pohon, 11 jenis pancang, dan 5 jenis semai. Rhizophora apiculata merupakan jenis dominan dengan di setiap tingkat pertumbuhan. Struktur horizontal tegakan membentuk kurva J-terbalik dengan diameter batang pohon yang bervariasi dari 10-89 cm. Kelas diameter 10-19 cm merupakan kelas dominan yang memiliki kerapatan individu tertinggi. Stratifikasi tajuk terdiri dari 3 stratum, yaitu stratum C, D, dan E, dengan stratum C sebagai strata yang paling dominan. Total pendugaan biomassa di atas permukaan tanah, cadangan karbon, dan serapan CO2 tergolong sedang, masing-masing sebesar 121,63 ton/ha, 57,11 ton/ha, dan 207,06 ton/ha.
dc.description.abstractRiau Province contains the largest mangrove area in Sumatra, however, its mangrove ecosystem is under pressure from coastal abrasion, which has affected the composition of mangrove stands. This study aimed to analyse the species composition, stand structure, aboveground biomass, carbon stock, and CO2 sequestration of the mangrove forest in Sungai Bersejarah, Riau. Vegetation analysis was conducted using nested circular sample plots. Tree diameter and height data were analysed using allometric equations to estimate aboveground biomass, which was subsequently converted into carbon stock and CO2 sequestration values. The vegetation analysis identified 12 mangrove species at the tree stage, 11 species at the sapling stage, and 5 species at the seedling stage. Rhizophora apiculata was the dominant species at all growth stages. The horizontal stand structure exhibited an inverted J-shaped diameter distribution, with tree diameters ranging from 10 to 89 cm. The 10-19 cm diameter class was the dominant class, having the highest individual density. The canopy stratification consisted of three strata (C, D, and E), with stratum C being the most dominant. The estimated aboveground biomass, carbon stock, and CO2 sequestration were classified as moderate, with values of 121.63 ton/ha, 57.11 ton/ha, and 207.06 ton/ha, respectively.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKomposisi Jenis, Struktur Tegakan, Pendugaan Biomassa, Cadangan Karbon, dan Serapan CO2 di Hutan Mangrove Sungai Bersejarah, Riauid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordbiomassaid
dc.subject.keywordglobal warmingid
dc.subject.keywordkarbonid
dc.subject.keywordmangroveid
dc.subject.keywordmitigasiid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record