Analisis Kondisi Atmosfer Pemicu Potensi Meteotsunami di Selat Sunda
Abstract
Meteotsunami merupakan gelombang laut berperiode tsunami yang dipicu oleh gangguan atmosfer bergerak melalui mekanisme resonansi. Kajian mengenai karakteristik atmosfer pemicu meteotsunami di Indonesia, khususnya Selat Sunda, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kejadian gangguan atmosfer yang berpotensi memicu meteotsunami, menganalisis hubungan statistik variabel atmosfer terhadap storm surge sebagai respons laut menggunakan PCA-MLR, serta mengestimasi kecepatan propagasi gangguan atmosfer dan mengevaluasi potensi resonansi Proudman. Data yang digunakan meliputi ERA5, GTSM, GEBCO, dan Himawari-8 periode 2013–2022. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh kandidat event berdasarkan threshold P95 anomali MSLP. Model PCA-MLR menghasilkan performa terbaik pada domain 9 × 13 grid dengan R² sebesar 0,5106, dan RMSE sebesar 0,0235 m. Analisis propagasi menunjukkan kejadian 3 Mei 2021 memiliki nilai Fr tertinggi (0,802) sebagai kandidat paling mendekati resonansi Proudman. Potensi meteotsunami di Selat Sunda dipengaruhi oleh kombinasi karakteristik gangguan atmosfer, durasi forcing, dan kondisi oseanografi lokal.

