Show simple item record

dc.contributor.advisorSuparman
dc.contributor.authorNUR'AINI, YUMNA SITI
dc.date.accessioned2026-07-29T16:12:05Z
dc.date.available2026-07-29T16:12:05Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176369
dc.description.abstractBantuan sosial (bansos) merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, implementasi kebijakan tersebut masih menimbulkan berbagai persoalan, salah satunya penonaktifan status kepesertaan BPJS PBI JK akibat penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Peristiwa tersebut menjadi perhatian media massa yang memiliki peran dalam membentuk cara pandang masyarakat melalui proses pembingkaian (framing). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis framing pemberitaan bantuan sosial pada media online Radar Bogor dan Tribunnews Bogor serta menjelaskan konstruksi realitas yang dibangun oleh kedua media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model analisis framing Robert N. Entman yang meliputi define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Data diperoleh melalui observasi terhadap berita bantuan sosial yang dipublikasikan pada Februari 2026, wawancara semi terstruktur dengan redaksi Radar Bogor dan Tribunnews Bogor, serta studi pustaka. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua media memiliki framing yang berbeda terhadap isu bantuan sosial. Radar Bogor membingkai isu sebagai upaya pemerintah memperbaiki kelemahan sistem pendataan sebelumnya. Penyebab masalah diarahkan pada ketidaksinkronan data, penilaian moral cenderung mendukung langkah pemerintah, sedangkan penyelesaian difokuskan pada penjelasan mekanisme kebijakan. Pemberitaan Radar Bogor didominasi oleh narasumber pemerintah sehingga lebih berorientasi pada aspek kebijakan. Tribunnews Bogor membingkai isu dari sudut pandang masyarakat dengan menonjolkan keresahan penerima manfaat dan kebutuhan informasi praktis. Penyebab masalah dijelaskan berdasarkan regulasi yang berlaku, sedangkan penyelesaian difokuskan pada panduan yang mudah dipahami masyarakat. Pemilihan narasumber lebih beragam sehingga pemberitaan terasa lebih dekat dengan kepentingan publik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberitaan media tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga merupakan hasil konstruksi berdasarkan kebijakan redaksi dan karakteristik masing-masing media. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi mengenai framing media lokal serta menjadi bahan evaluasi bagi media dalam menyajikan pemberitaan kebijakan publik secara lebih berimbang dan bertanggung jawab.
dc.description.abstractSocial assistance is one of the Indonesian government's major programs to reduce poverty and improve public welfare. However, its implementation has generated various public issues, including the deactivation of BPJS PBI JK membership following the implementation of the National Integrated Socioeconomic Data (DTSEN). As a medium of mass communication, online news media do not merely report events but also construct social reality through the framing of news. This study aimed to analyze the framing of social assistance news in Radar Bogor and Tribunnews Bogor and to explain how both media construct social reality regarding the same issue. This study employed a descriptive qualitative approach using Robert N. Entman’s framing analysis model, which consists of four elements: define problems, diagnose causes, make moral judgement, and treatment recommendation. Data were collected through observation of online news articles published in February 2026, semi-structured interviews with the editorial teams of Radar Bogor and Tribunnews Bogor, and a literature review. The data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model through data reduction.. Data validity was ensured through source triangulation. The findings reveal that the two media framed the issue differently. Radar Bogor presented the policy as the government's effort to improve weaknesses in the previous social assistance data system. Its reporting emphasized official government policies and relied primarily on government sources. In contrast, Tribunnews Bogor framed the issue from the perspective of the public by highlighting beneficiaries' concerns, explaining policy changes, and providing practical information to help readers understand administrative procedures. These differences were influenced by each media organization's editorial policies and news production practices. Radar Bogor prioritized official sources and search engine optimization (SEO), Tribunnews Bogor emphasized visual verification, diverse news sources, and audience-oriented reporting. The study concludes that news framing is shaped not only by factual events but also by the media's editorial decisions in constructing social reality. The findings are expected to contribute to the development of communication studies, particularly media framing research, and provide insights for improving balanced and responsible reporting of public policy issues.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Framing Pemberitaan Bantuan Sosial dalam Media Online Radar Bogor dan Tribunnews Bogorid
dc.title.alternativeFraming Analysis of Social Assistance Coverage in the Online Media Radar Bogor and Tribunnews Bogor
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordEntman's framingid
dc.subject.keywordRadar Bogorid
dc.subject.keywordSocial assistanceid
dc.subject.keywordEntman's framingid
dc.subject.keywordTribunnews Bogorid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record