Pengaruh Kombinasi Jarak Tanam dan Isi Benih terhadap Produktivitas Edamame (Glycine max (L.) Merr) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah
Abstract
Edamame merupakan kedelai yang kaya akan protein, serat, vitamin dan mineral. Tingginya permintaan edamame dunia menjadi peluang bagi Indonesia. Jarak tanam jajar legowo merupakan rekayasa tata letak tanaman dengan menghilangkan satu baris atau melebarkan baris tengah, sehingga tanaman bagian tengah mendapatkan sinar matahari dan ruang tumbuh yang lebih optimal seperti tanaman pinggir. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi jarak tanam dan isi benih terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman edamame. Penelitian dilaksanakan di lapang, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan berupa kombinasi jarak tanam dan isi benih, dengan 3 ulangan. Keempat perlakuan tersebut adalah A (jarak tanam tandur jajar 20 x 20 cm2, isi benih 1-2-2-2-1); B (jarak tanam jajar legowo 20 x 10 cm2, isi benih 1-1-0-1-1); C (jarak tanam tandur jajar 20 x 20 cm2, isi benih 1-1-1-1-1); D (jarak tanam jajar legowo 20 x 12 cm2, isi benih 1-1-0-1-1). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah dan bobot polong total, polong isi 2, indeks panen per tanaman dan produktivitas komersial. Indeks panen per tanaman tertinggi dihasilkan oleh perlakuan C (56,17%) dan produktivitas komersial tertinggi dihasilkan oleh perlakuan B (9,24 ton/ha). Analisis usahatani perlakuan A memiliki nilai R/C dan B/C ratio yang lebih rendah dari perlakuan B, C dan D, sedangkan pada perlakuan B, C dan D memiliki nilai yang tidak berbeda nyata secara statistik. Nilai R/C ratio dan B/C ratio tertinggi terdapat pada perlakuan D dengan nilai 1,74 dan 0,74.

