Show simple item record

dc.contributor.advisorDadang
dc.contributor.advisorAnwar, Ruly
dc.contributor.authorFebrianti, Wesi
dc.date.accessioned2026-07-29T15:24:57Z
dc.date.available2026-07-29T15:24:57Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176321
dc.description.abstractSawi putih (Brassica rapa L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat karena memiliki kandungan vitamin, mineral, dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan. Dalam budi daya sawi putih, penggunaan pestisida sintetik sering dilakukan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman. Namun, penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat meninggalkan residu pada hasil panen dan berpotensi membahayakan kesehatan konsumen apabila melebihi batas maksimum residu (BMR). Penelitian ini bertujuan menganalisis kadar residu pestisida pada tanaman sawi putih berdasarkan perbedaan waktu aplikasi terakhir serta mengkaji pengetahuan, sikap, dan tindakan petani terkait penggunaan pestisida. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur pada 40 petani sawi putih menggunakan metode accidental sampling. Analisis residu dilakukan menggunakan Gas chromatography untuk emamektin benzoat dan High performance liquid chromatography untuk propineb dengan preparasi sampel metode QuEChERS. Percobaan lapangan disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan untuk mengetahui pengaruh interval waktu aplikasi terakhir terhadap kadar residu pestisida pada sawi putih. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar petani telah mengetahui dampak residu pestisida terhadap kesehatan dan lingkungan, namun masih terdapat petani yang melakukan penyemprotan mendekati waktu panen dan tidak memerhatikan dosis serta interval aplikasi yang dianjurkan. Pengetahuan petani berhubungan dengan sikap dan tindakan dalam penggunaan pestisida. Oleh karena itu, penerapan interval pra-panen yang tepat dan penggunaan pestisida secara bijak perlu diterapkan untuk mendukung keamanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan residu propineb pada interval aplikasi 3 dan 7 hari sebelum panen berturut-turut sebesar 0,0105 dan 0,0035 mg/kg, sedangkan pada 14 hari sebelum panen tidak terdeteksi. Kandungan residu propineb pada 3 hari sebelum panen sedikit melebihi BMR berdasarkan SNI No. 7313:2024 (0,01 mg/kg), sedangkan pada interval 7 dan 14 hari berada di bawah BMR. Residu emamektin benzoat pada interval 3, 7, dan 14 hari sebelum panen berturut-turut sebesar 0,0075, 0,0070, dan 0,0065 mg/kg. Seluruh nilai residu emamektin benzoat masih berada di bawah BMR (0,2 mg/kg). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin panjang interval waktu antara aplikasi pestisida dan panen, maka semakin rendah kandungan residu yang tertinggal pada tanaman sawi putih. Kata kunci: BMR, Brassica rapa L, dosis, pestisida, SNI.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKonsentrasi Residu Emamektin Benzoat dan Propineb pada Tanaman Sawi Putih didasarkan pada Perbedaan Waktu Aplikasi Terakhir.id
dc.title.alternativeResidue Concentration of Emamectin Benzoate and Propineb in Chinese Cabbage Based on Last Application Timing Differences.
dc.typeTesis
dc.subject.keywordBMR, Brassica rapa L, dosis, pestisida, SNI.id
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record