Kajian Bioekologi Tumbuhan Obat Tabat Barito (Ficus deltoidea Jack) di Kawasan Kawah Ratu
Abstract
Tabat barito (Ficus deltoidea Jack) merupakan tumbuhan obat yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi, namun informasi mengenai bioekologinya di kawasan Kawah Ratu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik bioekologi, pola sebaran, dan preferensi tumbuhan inang di kawasan Kawah Ratu. Penelitian dilakukan menggunakan metode jalur-garis berpetak pada habitat kawah dan hutan alam melalui pengamatan terhadap struktur vegetasi, mikroklimat, serta sifat fisik dan kimia tanah. Analisis data menggunakan INP, indeks dominansi, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks Morisita, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabat barito lebih banyak ditemukan pada habitat kawah dengan intensitas cahaya tinggi, tanah dengan drainase baik dan bulk density rendah, serta memiliki kerapatan lebih tinggi pada habitat dengan elevasi, pH tanah, dan kandungan N-total yang lebih tinggi. Pola sebaran tabat barito bersifat mengelompok dengan nilai Indeks Morisita Terstandarisasi sebesar 0,54. Tabat barito tidak ditemukan tumbuh sebagai epifit, melainkan sebagai tumbuhan terestrial berhabitus perdu pada strata tumbuhan bawah dan semai. Karakteristik lingkungan berperan dalam menentukan keberadaan dan kerapatan tabat barito di kawasan Kawah Ratu. Tabat barito (Ficus deltoidea Jack) is a medicinal plant with high ecological and economic value; however, information regarding its bioecology in the Kawah Ratu area remains limited. This study aimed to identify the bioecological characteristics, distribution pattern, and host plant preference in the Kawah Ratu area. The study employed nested plot sampling along line transects in crater and natural forest habitats to observe vegetation structure, microclimatic conditions, and the physical and chemical properties of the soil. Data were analyzed using the importance value index, dominance index, Shannon–Wiener diversity index, Morisita index, and Spearman's correlation analysis. The results showed that tabat barito was more abundant in crater habitats characterized by high light intensity, well-drained soils with low bulk density, and higher population density at sites with higher elevation, soil pH, and total nitrogen content. Its distribution pattern was clustered, with a standardized Morisita index value of 0.54. Tabat barito was not found growing epiphytically, but occurred as a terrestrial shrub in the understory and seedling strata. Environmental characteristics influence the presence and population density of tabat barito in the Kawah Ratu area.

