Show simple item record

dc.contributor.advisorPrabandari, Dyah
dc.contributor.authorDEVISUNDARI, KARTIKA
dc.date.accessioned2026-07-28T01:49:29Z
dc.date.available2026-07-28T01:49:29Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176028
dc.description.abstractBatik merupakan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia yang diakui UNESCO dan perlu dilestarikan melalui kegiatan wisata edukasi, termasuk bagi anak penyandang disabilitas tunarungu. Batik Lokatmala sebagai rumah produksi batik pertama di Sukabumi belum memiliki program wisata edukasi khusus bagi anak tunarungu, padahal kegiatan membatik berpotensi meningkatkan keterampilan motorik halus, kreativitas, konsentrasi, dan komunikasi nonverbal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik anak tunarungu, menganalisis kebutuhan belajar, kemampuan motorik, pengaruh kegiatan membatik terhadap peningkatan keterampilan, serta merencanakan program wisata edukasi batik. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi dengan analisis deskriptif kuantitatif serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak tunarungu lebih mengandalkan media visual dan praktik langsung, memiliki kemampuan motorik yang sangat baik, serta kegiatan membatik berpengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan dengan koefisien determinasi sebesar 87,7%. Program wisata edukasi batik Canting Art Journey dirancang di Batik Lokatmala menggunakan pendekatan visual, demonstrasi langsung, praktik membatik, dan lingkungan ramah disabilitas.
dc.description.abstractBatik is an Indonesian Intangible Cultural Heritage recognized by UNESCO that requires preservation through educational tourism activities, including for children with deafness. Batik Lokatmala, the first batik production house in Sukabumi, lacks a dedicated educational tourism program for deafness children, even though batik-making activities have the potential to enhance fine motor skills, creativity, concentration, and non-verbal communication. This study aims to identify the characteristics of deafness children, analyze their learning needs, motor abilities, and the impact of batik-making on skill improvement, as well as to design a batik educational tourism program. The methodology employed includes observation, interviews, questionnaires, and documentation, utilizing quantitative descriptive analysis and simple linear regression. The results indicate that deafness children rely more on visual aids and hands-on practice and possess excellent motor skill, furthermore, batik-making activities positively influence skill improvement, with a coefficient of determination of 87.7%. The "Canting Art Journey" batik educational tourism program was designed for Batik Lokatmala, incorporating visual approaches, live demonstrations, hands-on batik practice, and a disability-friendly environment.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerencanaan Program Wisata Edukasi Batik Lokatmala untuk Anak Penyandang Disabilitas Tunarunguid
dc.title.alternativePlanning a Lokatmala Batik Educational Tourism Program for Children with Deafness and Disabilities
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordChildren with deafnessid
dc.subject.keywordbatikid
dc.subject.keywordLokatmala batikid
dc.subject.keywordProgram Planningid
dc.subject.keywordEducational Tourismid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record