Show simple item record

dc.contributor.advisorPriyono, Agus
dc.contributor.authorParamitha, Aghnia Sabila
dc.date.accessioned2026-07-28T00:13:12Z
dc.date.available2026-07-28T00:13:12Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176014
dc.description.abstractEkosistem Mangrove Pantai Mekar Bekasi merupakan kawasan estuari yang rentan terhadap pencemaran logam berat akibat aktivitas antropogenik. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi timbal (Pb) dan merkuri (Hg) pada air, sedimen, dan daging kepiting bakau serta menentukan tingkat bioakumulasinya berdasarkan nilai Biota-Sediment Accumulation Factor (BSAF) dan Bioconcentration Factor (BCF). Analisis logam berat pada sampel menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Pb pada air di Stasiun 2 (0,013 mg/l) melebihi baku mutu, sedangkan Hg pada air di kedua stasiun masih berada di bawah baku mutu. Konsentrasi Pb dan Hg pada sedimen masih berada di bawah baku mutu yaitu berkisar 17,62–19,51 mg/kg dan 0,001–0,038 mg/kg. Konsentrasi Pb pada daging kepiting bakau tidak terdeteksi pada kedua stasiun, sedangkan Hg masih memenuhi baku mutu BPOM RI No. 5 Tahun 2018 yaitu berkisar 0,040–0,051 mg/kg. Nilai BSAF dan BCF menunjukkan bahwa Hg memiliki potensi bioakumulasi yang lebih tinggi dibandingkan Pb. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa sedimen merupakan sumber paparan utama Hg pada kepiting bakau.
dc.description.abstractThe Mekar Beach Mangrove Ecosystem is an estuarine area vulnerable to heavy metal contamination due to anthropogenic activities. This study aimed to determine the concentrations of lead (Pb) and mercury (Hg) in water, sediment, mangrove crab meat, and to evaluate their bioaccumulation using the Biota Sediment Accumulation Factor (BSAF) and Bioconcentration Factor (BCF). Heavy metal concentrations were determined using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). The results showed that Pb concentration in water at Station 2 (0.013 mg/L) exceeded the quality standard, whereas Hg concentrations in water remained below the standard at both stations. Pb and Hg concentrations in sediment ranged from 17.62–19.51 mg/kg and 0.001–0.038 mg/kg and remained below the sediment quality standards. Pb was not detected in mangrove crab meat, whereas Hg concentrations (0.040–0.051 mg/kg) complied with BPOM RI Regulation No. 5 of 2018. BSAF and BCF values indicated that Hg exhibited a greater bioaccumulation potential than Pb, suggesting that sediment was the primary exposure pathway for Hg in mangrove crab.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleBioakumulasi Logam Berat (Pb dan Hg) pada Kepiting Bakau di Ekosistem Mangrove Pantai Mekar Bekasiid
dc.title.alternativeBioaccumulation of Heavy Metals (Pb and Hg) in Mangrove Crabs in the Mekar Beach Mangrove Ecosystem Bekasi
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordbioakumulasiid
dc.subject.keywordekosistem mangroveid
dc.subject.keywordkepiting bakauid
dc.subject.keywordmerkuriid
dc.subject.keywordtimbalid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record