| dc.description.abstract | Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) merupakan satwa endemik Pulau Jawa yang terancam punah, namun informasi mengenai pergerakan dan penggunaan ruang pasca pelepasliaran masih terbatas. Penelitian ini menganalisis pola pergerakan, penggunaan ruang, dan karakteristik habitat elang jawa pasca pelepasliaran di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango menggunakan GPS Global Tracking HQBG3621L melalui analisis pergerakan berbasis lintasan, Kernel Density Estimation, serta analisis tutupan lahan, ketinggian, dan kelerengan. Hasil penelitian menunjukkan individu masih berada pada fase awal adaptasi yang ditandai awal pergerakan melakukan eksplorasi, kemudian mengalami interaksi dengan raptor lain yang diikuti oleh pergeseran penggunaan ruang. Rata-rata jarak tempuh sebesar 1,47 km/HSP (periode pengamatan ke-1) dan 1,84 km/HSP (periode pengamatan ke-2). Luas home range pada masing-masing periode sebesar 1,78 km² dan 1,41 km², serta core area sebesar 0,37 km² dan 0,26 km². Habitat yang digunakan didominasi hutan sekunder pada ketinggian 800–1100 mdpl dengan kelerengan curam hingga sangat curam. | |