| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi hidrologi Sub DAS Cikapundung menggunakan model Soil and Water Assessment Tool (SWAT) serta mengevaluasi kinerja model dalam mensimulasikan debit sungai. Data yang digunakan meliputi Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), peta penggunaan lahan MapBiomas 2020, peta jenis tanah FAO, data iklim harian periode 2011–2020, dan data debit observasi. Pemodelan dilakukan melalui delineasi DAS, pembentukan Hydrologic Response Unit (HRU), simulasi, kalibrasi, validasi, dan analisis neraca air. Hasil delineasi menghasilkan 19 Sub DAS dan 299 HRU. Simulasi awal menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,47 dan Nash–Sutcliffe Efficiency (NSE) sebesar -0,49. Setelah kalibrasi, kinerja model meningkat dengan nilai R² sebesar 0,68 dan NSE sebesar 0,61, sedangkan validasi menghasilkan R² sebesar 0,69 dan NSE sebesar 0,66. Analisis neraca air menunjukkan curah hujan tahunan sebesar 2.033,02 mm, evapotranspirasi aktual 470,50 mm, limpasan permukaan 567,03 mm, aliran lateral 71,04 mm, perkolasi 913,44 mm, aliran air tanah 862,54 mm, dan water yield 1.500,35 mm. Secara umum, infiltrasi dan aliran bawah permukaan mendominasi respons hidrologi sehingga fungsi hidrologi Sub DAS Cikapundung masih relatif baik. | |