Analisis Pengaruh Perubahan Iklim terhadap Produktivitas Tanaman Kedelai di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat
Abstract
Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan strategis di Indonesia yang
berperan sebagai sumber protein nabati. Produktivitas kedelai sangat dipengaruhi
oleh kondisi iklim, terutama suhu udara dan curah hujan, sehingga perubahan iklim
berpotensi menurunkan hasil produksi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi
karakteristik iklim, memproyeksikan perubahan suhu udara dan curah hujan
periode 2025–2054 di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat menggunakan model
CMIP6 CMCC-ESM2 dan MRI-ESM2-0 pada skenario SSP2-4.5 dan SSP5-8.5,
serta menganalisis dampaknya terhadap produktivitas kedelai. Data yang digunakan
meliputi suhu udara ERA5, curah hujan CHIRPS, data produktivitas kedelai dari
Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pertanian. Analisis dilakukan melalui
koreksi bias menggunakan metode delta dan regresi linear berganda. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa suhu udara di kedua wilayah meningkat pada
seluruh model dan skenario dibandingkan periode historis. Curah hujan di Jawa
Timur cenderung meningkat, sedangkan di Nusa Tenggara Barat menunjukkan
perbedaan respon antar model proyeksi. Perubahan kondisi iklim tersebut diikuti
penurunan produktivitas kedelai. Di Jawa Timur, produktivitas rata-rata turun dari
1,41 ton menjadi 1,14-1,25 ton, sedangkan di Nusa Tenggara Barat menurun dari
1,20 ton menjadi 0,93-1,05 ton. Penurunan yang lebih besar terjadi pada skenario
SSP5-8.5 dibandingkan SSP2-4.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
peningkatan suhu udara dan perubahan pola curah hujan akibat perubahan iklim
berpotensi menurunkan produktivitas kedelai di Jawa Timur dan Nusa Tenggara
Barat. Soybeans are one of the strategic food commodities in Indonesia that acts as
a source of vegetable protein. Soybean productivity is greatly influenced by
climatic conditions, especially air temperature and rainfall, so climate change has
the potential to reduce production yields. This study aims to identify climate
characteristics, project changes in air temperature and rainfall for the period 2025
2054 in East Java and West Nusa Tenggara using CMIP6 CMCC-ESM2 and MRI
ESM2-0 models in SSP2-4.5 and SSP5-8.5 scenarios, and analyze their impact on
soybean productivity. The data used included ERA5 air temperature, CHIRPS
rainfall, soybean productivity data from the Central Statistics Agency and the
Ministry of Agriculture. The analysis was carried out through bias correction using
the delta method and multiple linear regression. The results showed that air
temperatures in both regions increased across models and scenarios compared to
historical periods. Rainfall in East Java tends to increase, while in West Nusa
Tenggara it shows differences in response between projection models. The change
in climatic conditions is followed by a decrease in soybean productivity. In East
Java, the average productivity decreased from 1.41 tons to 1.14-1.25 tons, while in
West Nusa Tenggara it decreased from 1.20 tons to 0.93-1.05 tons. A greater
decline occurred in the SSP5-8.5 scenario compared to SSP2-4.5. The results show
that increased air temperature and changes in rainfall patterns due to climate change
have the potential to reduce soybean productivity in East Java and West Nusa
Tenggara.

